• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Urban

Media Wajib Melindungi Hak Anak Dalam Pemberitaan

3 May
16:26 2019
1 Votes (5)

KBRN,BOGOR : Puluhan wartawan dari berbagai media penyiaran mengikuti program pelatihan, tentang Isu gender dan ramah anak bagi sumber daya manusia (SDM) media penyiaran, oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) RI, bersama organisasi kewartawanan PWI, di Hotel Salak Tower, Kota Bogor.

Panitia Pelaksana Kegiatan, Supriyadi mengatakan, kegiatan pelatihan media penyiaran, tentang Gender dan Perlindungan anak ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Kamis-Jum’at (02-03/05/19). Acara tersebut diikuti sebanyak -+ 60 peserta yang merupakan para insan jurnalis dan awak media penyiaran, baik swasta maupun pemerintah.  “Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosialisasi Kementrian (KPPA) RI. Tujuannya selain untuk sosialisasi juga merifres pemahaman dan pengetahuan teman-teman terkait isu gender dan UU Perlindungan Anak,” terangnya.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan para peserta akan lebih mengerti dan faham akan kaidah-kaidah pemberitaan, terkait  hak dan perlindungan anak.  “UU No.35 Tahun 2014, tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan anak ini memang masih perlu untuk terus disosialisasikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Pemerhati masalah anak, yang juga Ketua Yayasan Bahtera, Hadi Utomo, dalam paparan materinya pada kegiatan tersebut juga menyampaikan, bahwa peran aktif dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, orang tua dan pihak terkait, sangat diharapkan membantu melindungi menyuarakan hak-hak perempuan dan anak.   “Aturannya sudah jelas dan tegas, sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Anak. Tapi faktanya kasus kekerasan terhadap anak ini masih saja terjadi di sejumlah daerah. Bahkan, kalau dilihat dari data yang ada juga terus mengalami peningkatan,” ungkapnya.

Maka dari itu, Hadi berharap melalui program sosialisasi ini para insan media penyiaran mampu melahirkan produk-produk jurnalis di medianya akan lebih hati-hati dan peduli dalam upaya ikut serta melindungi hak-hak anak pada sebuah produk pemberitaan.  “Dalam berbagai kasus, peran media itu sangatlah besar. Bayangkan, kalau media memuat berita secara fulgar dengan menampilkan data korban (anak), alamat rumah, sekolah atau yang lainnya terkait dengan korban, maka si-anak tidak hanya menjadi korban atas apa yang menimpanya, tapi dia juga akan menjadi korban yang lebih berbahaya dampaknya secara psikologis dan mental akibat pemberitaan,” pringatnya. (aris)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00