• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nama & Peristiwa

Direktur PPL Optimis Target Optimasi 500 Ribu Hektar Lahan Rawa Tercapai

6 December
23:33 2018
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta: Direktorat Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian menargetkan perbaikan kondisi lahan di sepanjang area Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Cidanau, Ciujung dan Cidurian.

Selain untuk mengendalikan erosi, melalui pengelolaan lahan yang lebih baik dari segi teknik konservasi air juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Dalam acara Pertemuan Evaluasi Kegiatan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) di Depok, Jawa Barat, Kamis (6/12/2018), diketahui bahwa saat ini Kementerian Pertanian lewat Ditjen PSP tengah menanti kesiapan seluruh jajaran pemerintahan kabupaten, kota dan provinsi membangun daerahnya masing-masing.

Keempat wilayah yang akan masuk dalam program bantuan ini tersebar di Merauke, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

“Bantuan tersebut supporting dulu dari daerah, lalu nanti ada penggantian. Jadi Pak Menteri ingin melihat semangat daerah itu dulu dalam membangun daerahnya, terutama yang berada di area DAS yang biasanya erosinya tinggi,” ujar Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan PSP Kementerian Pertanian, Indah Megawati.

Menurutnya, jika Kementan menyediakan embung dan bendungan di sepanjang area DAS. Selain menahan erosi, sistem tersebut juga dapat dijadikan area cadangan air.

Sementara, Ditjen PSP Kementan juga sedang berusaha optimasi lahan rawa. Tercatat 750 hektar hamparan padi siap panen, meramaikan acara Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 pada tanggal 18-21 Oktober 2018 lalu.

Diperkirakan 4.000 hektar lahan rawa akan selesai dioptimasi hingga 20 Desember 2018 mendatang. Karena itu, rencananya Kementan akan mengembangkan 500 ribu hektar lahan rawa yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia. “Jadi kita ingin naikkan indeks pertanaman dari 1 kali menjadi 2 kali,” kata Indah.

Ia mengakui dalam perjalanannya ada sejumlah hambatan yang dialami, diantaranya menetralkan tingkat keasaman lahan rawa yang tinggi, dan memilih komoditas tanaman yang cocok ditanami di area semacam ini.

Terkait Jejangkit, lanjut Indah, saat ini pihaknya terus mengupayakan penyelesaian program tersebut. Pengawasan ketat dari pusat dan daerah dilakukan untuk mengawal keberhasilan program itu. “Pengawasan ketat karena rawa ini kalau ditinggal 1 minggu saja, rumputnya langsung setinggi manusia dewasa,” ungkapnya.

Indah juga menjelaskan bila pelaksanaan megaproyek optimasi 500 ribu hektar yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat ini dalam proses penyusunan SID (survey investigasi design).

“Kita optimis jalankan program Pak Menteri. Itu megaproyek yang bagus, karena kita tahu potensi rawa kita ratusan ribu hektar dan nggak dimanfaatkan. Karenanya kita tengah mencari lokasi dan membuat SID-nya,” katanya.

Untuk mendukung pengembangan lahan rawa, Kementan meluncurkan program Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani (SERASI) untuk mendukung kelembagaan petani lahan rawa. Penguatan kelembagaan petani dilakukan dengan mengkorporasikan koperasi. RBR

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00