• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Metropolitan

FAI Gelar Seminar Nasional Akademisi Pemimpin Negeri

24 November
18:45 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Forum Akademisi Indonesia (FAI) kembali menyelenggarakan seminar nasional. Bekerjasama dengan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) seminar, mengangkat tema 'Akademisi Pemimpin Negeri'.

Seminar yang dilaksanakan di kampus UBSI Kalimalang Jakarta Timur, Sabtu (24/11/2018) menghadirkan nara sumber Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum FAI, Indra Cahya Uno. Sementara keynote speaker adalah Mantan Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli.

Seminar ini dilakukan untuk mengupas bagaimana para akademisi memimpin negeri. Serta, bagaimana lebih mengedepankan atau membudayakan kalangan akademisi baik dalam kepemimpinan nasional maupun daerah.

Pembina FAI, Naba Aji Notoseputro mengatakan, tema seminar kali ini diambil dengan maksud agar pengelolaan negara, nantinya banyak bersumber dari kajian para akademisi.

"Jangan memilih pemimpin yang karbitan, yang tidak tahu bagaimana mengelola negara agar negara tidak hancur, tetapi pilih yang pola pikirnya akademisi," jelas Naba.

Naba melanjutkan, seminar ini sangat penting agar pemimpin bangsa bisa memiliki pola pikir akademisi. "Anies Baswedan dipilih sebagai pembicara utama, sebagai contoh faktual seorang pemimpin yang berangkat dari kalangan akademisi," katanya.

"Kalangan akademisi dapat berkontribusi bagi kesejahteraan bangsa. Begitujuga dengan Rizal Ramli, yang berlatar belakang akademisi," tambahnya.

FAI sendiri merupakan organisasi yang anggota dan pengurusnya terdiri dari akademisi dan ilmuwan yang ada di Indonesia. FAI berdiri sejak 23 Mei 2015.

Tapi, kontribusinya keilmuan dan masukan positif FAI untuk pemerintah dan masyarakat pada umumnya sudah terlihat. "Saya berharap kedepan banyak akademisi yang menjadi pemimpin di negeri ini," ujar Ketua Umum FAI, Indra Cahya Uno.

Di sela-sela seminar, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berharap semua warga negara, apapun profesinya termasuk akademisi, bisa memainkan perannya. "Penting untuk setiap warga negara apapun latar belakangnya, saya berharap bisa aktif bernegara. Mulai dari dari lingkungan RT, RW hingga level nasional," katanya.

Mantan Menko Bidang Kamaritiman, Rizal Ramli dalam kesempatan ini meminta kalangan akademisi salah satunya mahasiswa, untuk memiliki pola pikir yang lebih cerdas ketimbang masyarakat biasa.

"Jangan terjebak pada politik recehan. Seperti mempermasalahkan kata-kata tabok, tampang Boyolali, sontoloyo. Tapi, mereka (akademisi) harus bisa mendesak agar calon pemimpin menawarkan program yang lebih bagus," katanya.

"Sekarang ini calon (presiden) dari kubu ini menawarkan tempe, dari kubu itu menawarkan tahu. Sama-sama kedelai. Harus didesak agar calon menawarkan menu lain, seperti ayam, ikan atau daging. Mahasiswa harus jadi ujung tombak," pungkasnya. (erikh).

  • Tentang Penulis

    Erik Hamzah, SH

    Reporter RRI Jakarta. email : erik.hamzah@gmail.com

  • Tentang Editor

    Erik Hamzah, SH

    Reporter RRI Jakarta. email : erik.hamzah@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00