• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ulasan

Kehilangan Sosok Ayah dan Teman, Risky Bocah 5 Tahun di Depok Tangisi Kepergian Prajurit Satgas TMMD

16 November
09:08 2018
1 Votes (5)

KBRN, Depok: Adalah Muhammad Risky Imam Prascoyo, bocah laki-laki berusia 5 tahun, berjaket loreng menitikkan air mata sambil dibopoh ibunya Watini (47), melepas kepergian belasan personil Satgas TMMD Ke-103 di Depok.

Bocah warga Kammpung Lembah Griya itu bercucuran air mata melihat belasan anggota TNI berpakaian loreng lengkap, bersiap-siap hendak pergi keluar dari rumahnya untuk kembali ke markas mereka.

Sebab, tanpa disadari jalinan ikatan emosional antara Risky dengan belasan prajurit TNI yang mondok dirumahnya selama satu sebulan ini, membuatnya sangat kehilangan dengan kepergian mereka.

Selama kegiatan fisik pengerasan Jalan Lembah Griya RT 01/RW 09 Kelurahan Cipayung Jaya, belasan anggota TNI dari Yonif 201 yang merupakan personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-103, tidur dirumah Watini, orangtua Risky.

Diakhir tahun 2018 ini, misi Satgas TMMD membangun jalan setapak warga, menjadi jalan yang baik seperti jalan di perumahan Lembah Griya. Jalan itu di beton sepanjang 190 meter x lebar 3 meter.

Selama satu bulan itu pula, Satgas TMMD istirahat selepas bekerja melakukan pengerasan dan pengecoran jalan di rumah Watini. Sejak itu pulalah belasan tentara muda yang tinggal di sana menjadi teman dekat Risky, anak bungsu Watini.

Kehadiran personil TNI, berkesan bagi Risky karena mereka selain mengajak Risky bermain, juga diasuh dan diajarkan berbagai hal diwaktu senggang Satgas melakukan pengerasan jalan.

Seiring masa tugas yang herakhir dan hendak meninggalkan rumahnya, tak kuasa Risky menitikkan air mata dengan mengenakan baju training loreng TNI yang diberikan para personel Satgas TMMD.

Di gendong ibunya, Risky terus merengek agar para personel TNI yang dipanggilnya abang itu, tak meninggalkannya.

"Jangan pergi Bang, Risky gak ada teman lagi di sini. Risky mau ikut," tuturnya seraya menangis.

Melihat rengekan Risky, sejumlah personel Satgas TMMD tampak cukup terharu dan tersenyum. Beberapa diantara mereka langsung berupaya menenangkan Risky.

"Nanti abang akan sering main ke sini. Abang janji akan datang. Risky tenang saja. Kamu harus jaga ibu di sini," ujar Prada Aulia Sholikhin.

Risky sempat tenang dan menghentikan tangisnya. Masih digendongan sang Ibu, Watini, yang merupakan single parent, Risky terus memperhatikan para personel Satgas TMMD yang sedang bersiap dan membereskan barang-barang mereka dari teras rumahnya.

Beberapa personel Satgas lainnya, juga tampak membersihkan bagian rumah Watini. Sepertinya para personel Satgas TMMD tak ingin meninggalkan rumah Watini yang telah mereka inapi selama hampir sebulan ini, kotor.

Saat semua anggota Satgas TMMD yang tinggal di rumah itu, berpamitan pada Watini, tangis Risky kembali meledak.

Pipinya yang mulai kering, kembali basah oleh air mata. Tangisan Risky membuat mata Watini juga berkaca-kaca. Tari (20) kakak Risky, akhirnya ikut menenangkan adiknya.

Setelah berpamitan dan mengucapkan terimakasih mendalam kepada keluarga dan kerabat Watini, para personel Satgas TMMD pun bergegas pergi.

Mereka berjalan menuju truk dinas TNI yang sudah menunggu di depan masjid berjarak sekitar 50 meter dari rumah Watini.

Truk akan membawa personel Satgas TMMD ke Upacara Penutupan TMMD Ke-103 di Lapangan Jembatan Serong, Kecamatan Cipayung, Depok

Di tengah langkah para personel Satgas menuju truk, Risky tak berhenti menangis dan merengek sedih. Dengan merajuk ke sang ibu, Risky meminta ingin digendong para anggota TNI.

Watini kemudian memberikan Risky untuk digendong kakaknya Tari. Tari kemudian membawa Risky dengan berjalan kaki menuju truk dinas yang akan membawa para personel Satgas.

Di sana, sebelum para personel Satgas naik ke dalam truk, mereka memenuhi permintaan Risky untuk digendong sesaat oleh mereka.

Mulai dari Prada Aulia, Prada Sunarto, Prada Nur, Prada Fariadim, Prada Eko dan Prada Putra pun bergantian menggendong Risky. Tangisnya pun hilang. Hingga akhirnya para personel Satgas TMMD naik ke dalam truk dan meninggalkan sang bocah digendongan kakaknya.

Wajah Risky masih sedih dan terus melambaikan tangan, sampai truk dinas tentara itu hilang dari pandangannya.

Watini, merasa anaknya pasti sangat kehilangan dengan kepergian personel Satgas TMMD yang tinggal di rumahnya.

Sebab kata dia selama keberadaan personal Satgas TMMD di rumahnya hampir sebulan ini, mereka menjadi teman setia dan teman dekat Risky untuk bermain dan bercengkrama.

"Dia sedih merasa kehilangan sosok ayah sekaligus teman. Makanya dia menangis sejadinya," ungkap Watini.

Kepala Staf Kodam Jaya Brigjen TNI Suharyanto mengatakan dalam setiap kegiatan TMMD, seperti juga di Depok, selalu akan tercipta hubungan emosional serta semangat kebersamaan dan gotong-royong antara anggota TNI dan warga.

Hal itu pulalah yang juga pasti dirasakan Risky, bocah warga Kelurahan Cipayung Jaya, Cipayung, Depok serta warga lainnya.

"Hal ini dapat dijadikan refleksi kekuatan besar dari segala problematik komponen masyarakat kita,” ujar Suharyanto.

Dia mengatakan hubungan emosional dan semangat kebersamaan seperti itulah yang sebenarnya merupakan hakikat dari kemanunggalan TNI dan rakyat yang merupakan roh perjuangan bangsa.

“Jalin terus silahturahmi dengan warga meskipun masa tugas disini sudah selesai," ujarnya. (RL)

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00