Kasus Perceraian di Sampang Masih Tinggi
Tgl: 31/12/2013 17:46 Reporter: Supriyadi

KBRN, Sampang : Pengadilan Agama Kelas 1 B Sampang mencatat setiap tahun angka perceraian didaerahnya masih tergolong tinggi. Terbukti untuk tahun 2013 ini terdapat 865 laporan perkara dan ditahun sebelumnya mencapai 909 perkara.

Ketua Pengadilan Agama Kelas 1B Sampang Syaiful Heja menjelaskan, dari 864 perkara perceraian tersebut didominasi oleh gugat cerai istri terhadap suami yakni 489 kasus, sedangkan gugat cerai oleh suami terhadap istri 376 kasus.

"Untuk tahun ini kasus perceraian di Sampang masih tinggi. Tahun 2013 ada 376 cerai talak dan 489 cerai gugat," ujar Syaiful Heja, Selasa (31/12/2013).

Dikatakannya Syaiful, faktor penyebab perceraian sendiri diantaranya meliputi  kepribadian pasangan suami-istri yang kurang matang, sehingga saling tidak bisa mengendalikan diri bila sampai terjadi konflik dalam rumah tangga, dan berujung tidak adanya keharmonisan. Selain itu juga faktor pendidikan dan nikah muda menjadi salah satu pemicu terputusnya hubungan suami istri.

"Yang mendominas itu dugatan dari istri pada suami. Ya alasannya rata-rata karena tidak ada keharmonisan dan ujungnya mereka menginginkan pisah atau cerai," jelasnya.

Syaiful menambahkan, meski semua kasus perkara yang masuk ke Pengadilan Agama hampir semua berujung perceraian, namun pihaknya tidak serta merta memberikan keputusan, karena dalam sidang, pasangan diberikan arahan agar tidak bercerai dan memilih melanjutkan bahtera rumah tangga. (Supriyadi/HF)


Audio


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional