Timnas U-19 Diharapkan Berkiprah di Eropa
Tgl: 23/09/2013 07:21 Reporter: Sugandi

KBRN, Jakarta : Tim sepak bola nasional Indonesia usia dibawah 19 tahun (U-19) sedang menjadi buah bibir, menyusul keberhasilan dalam menjuarai turnamen Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) untuk kategori usia itu.

Keberhasilan Evan Dimas dan kawan-kawan seolah menjadi penawar dahaga. Pasalnya, dalam kurun waktu 22 tahun terakhir, Indonesia paceklik gelar juara.

Pengamat sepakbola nasional, Daniel Siahaan, mengatakan, prestasi Indonesia selama ini selalu runner up.

“Selama ini kita cenderung disebut sebagai runner up. Timnas U-16 runner up, SEA Games, timnas di Piala Tiger juga runner up. Sekarang U-19 juara, ini kan luar biasa,” kata Daniel Siahaan, dalam perbincangan dengan Pro 3 RRI, Senin (23/9/2013).

Oleh karena itu, capaian prestasi tinmas U-19 harus diapreasiasi dan ditindak lanjuti oleh pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) selaku induk olah raga sepakbola di Indonesia.

PSSI harus membina dan mempertahankan talenta-talenta muda tersebut. Salah satu kebiasaan buruk dari PSSI , kata Daniel adalah kerap bongkar pasang pemain dengan berbagai alasan, khususnya alasan minimnya dana.

Selama sepak bola Indonesia belum berbenah menjadi industri seperti di Eropa dan Amerika Latin, maka pembinaan akan selalu terkendala dana. Perhatian dari pemerintah juga kurang maksimal.

Oleh karena itu, ia berharap agar tim muda berkompetisi di luar negeri ketimbang di Indonesia.

“Kita berharap mereka berkompetisi di Eropa atau Amerika Latin. Kalau mereka tinggal di Indonesia, prestasi mereka akan sulit untuk berkembang,” ujarnya.

Selain itu, kepemilikan pemain di Indonesia juga masih masih rancu.

“Kepemilikan pemain masih  rancu, apakah PSSI atau klub. Pemain U-19 adalah di luar klub,” imbuhnya.

Jika timnas muda U-19 dipertahankan, Daniel berharap mereka disiapkan untuk pra-Olimpiade. (Sgd/HF) 


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional