Menjadikan Madiun sebagai Kota Pencak Silat
Tgl: 18/09/2013 15:19 Reporter: Yulia Winarto

KBRN, Madiun : Berbagai upaya dilakukan Pawitan Dirogo (Paguyuban orang2 Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo) untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Madiun dan sekitarnya.  Ini dilakukan karena seringnya terjadi konflik antar perguruan pencak silat yang disebabkan kesalahpahaman, sehingga berujung pada tawuran.

Ketua Umum Pawitan Dirogo Parni Hadi menyatakan, ingin menjadikan Madiun sebagai bumi pencak silat, karena disinilah lahir organisasi pencak silat yang anggotanya jutaan, baik yang ada di Indonesia maupun di berbagai negara. 

“Madiun merupakan pusat kegiatan dan pusat pencak silat di Indonesia,  Oleh karena itu kami mengusulkan kepada teman2 organisasi pencak silat agar melebur, sehingga Madiun aman dan tentram.”ujar pria yang pernah menjabat Dirut LPP RRI ini di Madiun Rabu (18/9/2013)

Pria asal Madiun ini menambahkan, pencak silat bukanlah olah fisik saja tapi juga olah batin dan fisik, untuk itu pihaknya berharap dukungan dari semua pihak, terutama pemerintah, penegak hukum, termasuk kepolisian untuk menjadikan Madiun sebagai bumi pencak silat Indonesia, seperti di Jepang dan Korea.

“Mari kita deklarasikan Madiun sebagai kota Pencak Silat, ini tidak hanya Kota Madiun saja, tapi mencakup Madiun Raya, sehingga Madiun akan punya icon, disamping pecel, brem, reog, tapi juga pencak silat yang merupakan kegiatan yang komplet, sehingga Madiun dapat menjadi contoh kota yang sehat  fisiknya, sehat batinnya, tentram hidupnya.” ujar Parni Hadi

Sementara itu Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate H. Tarmadji Boedi Harsono  menyambut baik rencana menjadikan Madiun sebagai Kota Pencak Silat.  “pencak silat ini terdiri dari berbagai aliran, jadi jika sudah menjadi kota Pencak silat, maka semua harus punya tanggung jawab untuk menjaga keamanan.  Seorang pencak silat itu identik sebagai pendekar yang selalu membela kaum yang lemah, boleh saja latihan pencak silat tapi jangan menimbulkan perkelahiran” terangnya

Untuk mewujudkan hal tersebut menurut Tarmadji, langkah yang harus dilakukan yaitu duduk bersama, mengumpulkan para pendekar dari tingkat atas hingga bawah untuk mencari solusi bersama sehingga berbagai persoalan yang selama ini terjadi bisa diselesaikan. 

Terkait hal tersebut, Polres Madiun Kota bekerjasama dengan IPSI kabupaten dan Kota Madiun dalam waktu dekat juga akan melaksanakan kegiatan Sarasehan Pencak Silat se Jawa Timur yang rencana berlangsung pada hari Kamis 3 Oktober 2013 di Wisma Haji Kota Madiun.  Acara ini menghadirkan peserta dari Muspida kota Madiun, Muspida Koordinator, Bakorwil I Madiun dan Ketua Umum/Ketua Cabang perguruan pencak silat se kota dan Kabupaten Madiun. (Yulia Winarto/BCS)

           


Audio


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional