Mantan Kepala BPN dan Mantan Kadis Transmigrasi Sidrap Segera Disidang
Tgl: 09/09/2013 17:35 Reporter: Kamaru Rahman

KBRN, Makassar : Penyidik Kejaksaan Negeri Sidrap bersama Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menggelar ekspos bersama penyidikan korupsi pensertifikatan kawasan hutan lindung di kompleks Lampiring Latimojong di kantor kejati Sulsel. Hasil ekspose tersebut dua instansi  disebut paling bertanggung jawab dan dinilai berperan aktif, yakni Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sidrap dan Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan Transmigrasi Kabupaten Sidrap.

Pada ekspos tersebut juga, langsung ditingkatkan ke Tahap Penuntutan untuk dua orang tersangka masing-masing mantan Kepala Badan Pertanahan Sidrap berinisial MH serta mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Transmigrasi bersinisal AM.

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Chaerul Amir menjelaskan modus korupsi dilakukan dengan cara menerbitkan sertifikat hutan lindung bekerjasama antara BPN Sidrap dan Dinas Kependudukan dan Transmigrasi yang tidak sesuai prosedur ratusan hektar. Tanah dan kayu yang berada diatasnya juga ikut dijual.

“Masalah pembebasan hutan lindung oleh Dinas Transmigrasi bekerjasama dengan BPN tidak melalui prosedur diterbitkan sertifikatnya, kemudian tanah berserta kayunya dijual,” terang Chaerul Amir, Senin (9/9/2013).

Kepala Kejaksaan Negeri Sidrap, Arifin Hamid, membenarkan peningkatan tahapan hukum kasus korupsi hutan lindung dari penyidikan ke penuntutan. Ia mengatakan, Badan Pemantapan Kawasan Hutan menjadi ahli dalam kasus korupsi sertifikat hutan lindung dan sudah melakukan pemeriksaan lapangan dan memastikan hutan lindung sudah disertifikatkan ratusan hektar. (KMR/HF)


Audio


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional