Hadapi Kurikulum Baru, Kwarda Pramuka NTB Kekurangan Pembina
Tgl: 14/08/2013 07:22 Reporter: Ahmad Yani

KBRN, Mataram : Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga saat ini masih kekurangan pembina ditingkat Gugus Depan (Gudep). Kondisi ini menjadi persoalan mendasar ditengah kebijakan pemerintah menjadikan gerakan pramuka sebagai ektrakurikuler wajib pada tahun ajaran baru ini.

Seperti diketahui, kementerian pendidikan dan kebudayaan Pada kurikulum 2013, menjadikan Praja Muda Karana, atau yang akrab disebut Pramuka, menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi peserta didik di Sekolah Dasar. Organisasi kepanduan itu tidak menjadi mata pelajaran wajib, melainkan tetap menjadi kegiatan ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh masing-masing siswa.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTB, Rosyiadi Sayuti, di Mataram, Rabu (14/8/2013), mengatakan, kebijakan Kemdikbud mewajibkan siswa Sekolah Dasar masuk Gerakan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler dinilai cukup tepat, seiring dengan semakin memudarnya semangat generasi muda masuk dalam organisasi kepanduan itu.

Namun di sisi lain, hampir sebagian besar kwartir daerah di Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai persoalan, khususnya terhadap masih minimnya sumber daya manusia pelatih atau pemnbina yang dimiliki. Di NTB sendiri, jumlah pembina pramuka masih jauh dari harapan, jika mengacu pada rasio satu gugus depan satu Pembina.

Meski tidak mengetahui secara pasti jumlah Pembina Pramuka hingga saat ini, namun secara umum kekurangan Pembina Pramuka sudah sejak lama ini dikeluhkan oleh seluruh kwartir abang di NTB. Untuk itu, Kwarda Pramuka NTB sejak 2 tahun terakhir ini memberikan pelatihan khusus bagi calon Pembina Pramuka.

“Calon pembina yang kita latih berasal dari para guru, mantan anggota dewan kerja ranting, dewan kerja cabang, dewan kerja daerah dan unsur Racana perguruan tinggi,” ujarnya.

Hingga saat ini, jumlah calon Pembina yang sudah dilatih sebanyak empat angkatan, dengan masing-masing angkatan antara 120 hingga 150 orang.

Rosyiadi mengatakan, pelatihan itu menggunakan dana APBD dan APBN yang disalurkan melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB. (Ahmad Yani/HF)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional