Saksi Di Ancam Akan Di Bunuh Juga Oleh Massa
Tgl: 12/08/2013 19:13 Reporter: Yunan Tanjung

KBRN, Banjarmasin : Sidang kasus pembunuhan anggota TNI AD Kodim 1001 Amuntai almarhum Praka Ruspiani yang tewas dibakar di Pasar Selasa Desa Sungai Tabukan kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan beberapa bulan lalu, Senin (12/8/2013) digelar di Pengadilan Negeri  Banjarmasin.

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari tiga anggota Polres Hulu Sungai Utara yang saat kejadian berada disana dan saat itu sempat membantu korban, namun karena banyaknya masa dan diancam mereka pun tak berkutik.

Adapun tiga saksi yang dulunya anggota Polres HSU yang dihadirkan tim JPU yang diketuai Fahmi Noor SH MH itu, yakni Eko, Oki dan Candra, sebelum memberikan keterangan didepan persidangan yang diketuai Chris Fajar SH MH, mereka pun disumpah terlebih dahulu.

Pengakuan Eko salah satu saksi bahwa saat itu ia sempat mencoba menolong korban, ketika korban dikeruyuk dan dipukuli massa, saksi mengatakan bahwa ia bersama salah seorang warga sempat membopong korban dan menjauh dari kerumunan massa, namun massa terus mengejar sambil memukul sehingga bopohan mereka dan terlepas.

Hal yang sama dikemukakan Kasi Pidum Kejari Amuntai AlFa Fauzan SH disela sela sidang, bahwa petugas dari kepolisian setempat sudah berusaha melerai perkelahian namun akibat akan diancam akan dibunuh juga akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa

“Diketahui bahwa dalam kasus pembunuhan anggota TNI AD Praka Ruspiani ini, tersangka atau terdakwanya ada delapan orang dan dijadikan lima berkas, yang disidang secara bergiliran, mengingat keterbatasan majelis hakim,” ungkap Alfa Fauzan.

Kendati berkasnya dipisah menjadi lima, namun dari berkas dakwaan yang dibacakan masing-masing jaksa penuntut umum (JPU) yang merupakan tim dari Kejati Kalsel, Kejari Banjarmasin dan Kejari Amuntai , menjerat terdakwa masing-masing dengan pasal 340 jo pasal  55 ayat 1 ke 1, subsider pasal  338 jo 55 ayat 1 ke 1 atau kedua pasal  170 ayat 2 ke 3 atau ke tiga pasal 351 ayat 3 jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP.(Yunan/BCS)


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional