Masjid Rahmad Surabaya Peninggalan Sang Wali
Tgl: 17/07/2013 18:29 Reporter: Benny Hermawan

KBRN, Surabaya : Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya, dapat dikatakan berkaitan dengan sejarah dakwah Wali Songo. Dari catatan lembaran sejarah masjid yang konon di dirikan oleh Raden Rahmad atau Sunan Ampel ini, dibangun pada pertengahan abad XV  era awal keruntuhan Kerajaan Majapahit.

Diceritakan Ketua Yayasan Masjid Rahmad Surabaya M. Mansyur, menurut Kitab Pengging Teracah, Raja Brawijaya, penguasa Mojopahit memberikan ganjaran Ampilan tanah pada Raden  Achmad Rahmatullah nama asli Sunan Ampel untuk menyebarkan agama Islam di wilayah utara tanah kekuasaan Mojopahit. 

"Dalam perjalanan menyebarkan agama Islam di wilayah  utara, itulah Sunan Ampel bertemu Ki Wirosaroyo di daearah Kibang Kuning, Ki Wirosaroyo sebelumnya beragama Hindu. Setelah masuk Islam Ki Wirosaroyo ikut perjalanan Sunan Ampel ke wilayah  utara. Ki Wirosaroyo dipanggil Pak Karimah, atau lebih populer dengan sebutan Mbah Karimah (menurut tradisi Jawa, orang tua dipanggil dengan nama anak pertamanya), Kebetulan ia punya anak gadis bernama Karimah yang kemudian disunting Sunan Ampel.

" ungkap M. Mansyur. Kamis (17/07/13). 

Dari hasil pemikahan ini, pasangan tersebut dikaruniai dua orang putri , yakni Siti Murtosima dan Siti  Murtosiah. Lalu, dua putri Sunan Ampel ini, Siti Murtosima menikah dengan Raden Paku, sedangkan Siri Murtosiah menikah dengan Sunan Giri.

Sesampai di Surabaya di Kademangan Cemoro Sewu, Sunan Ampel lebih dulu membangun tempat ibadah. Tempat ibadah yang didirikan Sunan Ampel bersama Ki Wirosaroyo ini, berbentuk musholla kecil berukuran sekitar 12×12 meter dan sekilas mirip cungkup. 

Konon Langgar ini dibangun hanya semalam dan di kawasan sekitar bangunan langgar banyak tumbuh bunga berwarna kuning, hingga pada pagi harinya masyarakat sangat terkejut dengan keberadaan langgar tersebut, maka masyarakat sekitar menyebutnya Langgar Tiban/Langgar Kembang  Kuning,  

"Sekarang ini, peninggalan nya hanya sumur, sedangkan yang lain nya sudah di tanam sama pengurus terdahulu, karena takut akan adanya pengkultusan yang dikhawatirkan mendekati sirik,"tambah nya.

Setelah itu, Sunan Ampel melanjutkan perjalanan menyebarkan agama Islam di wilayah Surabaya utara, sempat pula membangun tempat ibadah di kampung Penilih, setelah itu baru, Sunan Ampel membangun masjid di Ampel Dento yang dikenal dengan Masjid Ampel.

"Ya ada tiga yang di bangun Sunan Ampel yakni Masjid Rahmad ini, membangun masjid di daerah penilih, dan yang terakhir ya di Ampel itu," pungkas M. Mansyur.(Benny/BCS)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional