Berkas Kasus Habib Alwi Masih Juga Belum P21
Tgl: 12/07/2013 19:46 Reporter: Alfin Nuary

KBRN, Sampang: Kasus pembunuhan terhadap seorang tokoh masyarakat desa Batu Porro barat kecamatan Kedungdung mendiang Habib Alwi masih terus bergulir.

Hingga kini, polisi masih terus berupaya agar berkas kasus ini yang masih belum lengkap (P19) dapat segera lengkap (P21). Terlebih menjelang masa penahanan terhadap pelaku yang dikatakan sebagai otak dari pembunuhan ini, Mattawi (60) akan segera berakhir besok.

Dalam perjalanannya, kasus ini tidak kunjung disidangkan lantaran berkas terhadap tersangka ini masih belum lengkap alias P21. Berkas yang sudah dilimpahkan lebih dari sekali itu masih saja ngendon di penyidik Polres. Sehingga pihak kejaksaan sendiri masih belum dapat melimpahkan berkas kasus ini ke pengadilan lantaran belum adanya pelimpahan yang lengkap dari kepolisian.

Hingga akhirnya, masa perpanjangan penahanan dari tersangka ini akan segera berakhir, pihak kepolisian pun masih belum juga menetapkan berkas kasus ini lengkap. Seperti halnya yang dikatakan oleh Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar. Hingga saat ini, pihak penyidik kepolisian masih belum juga melimpahkan berkas kasus ini ke Kejari Sampang.

Dikatakan, dalam ketentuan penahanan yang ada, masa perpanjangan penahanan atas tersangka ini akan segera berakhir. Namun, jika hingga besok pihak kepolisian masih belum juga mem P21 kan berkas ini, maka kemungkinan besar tersangka Mattawi dapat menghirup udara bebas.

“Artinya kita memang tidak main-main. Memang besok habis, tapi kalau ada 5 menit terakhir saja kan masih bisa,” ungkapnya sembari tersenyum kecil, Jum'at (12/7/2013).

Dalam pelimpahan ini, masyarakat pendukung dan simpatisan dari keluarga mendiang habib Alwi masih terus mendesak kepada kepolisian dan Kejari untuk segera menfiniskan berkas tersebut. Hal ini dikatakan agar proses hukum dapat berjalan dengan adil seadil-adilnya.

“Kalau yang tersangka Mattawi, kita minta dihukum mati,” ujar Fauzi Syamlan mewakili keluarga almarhum. (Alfin Nuary/LL/AKS)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional