Ekonomi Global Lesu, Pengamat: Yang Paling Penting Menjaga Trust Masyarakat
Tgl: 10/07/2013 08:09 Reporter: Sugandi

KBRN, Jakarta : Ekonomi dunia akibat krisis yang tengah melanda Eropa, dampaknya mulai dirasakan negara-negara lain, termasuk Indononesia. Indikatornya, nilai ekspor Indonesia terus menurun.

Kini harga minyak mentah dunia terus meroket akibat gejolak politik dan huru hara yang melanda Mesir. Harga minyak dunia saat ini mengalami kenaikan menjadi US$101 per barel, dari hari sebelumnya US$99 per barel. Kondisi global itu tentu akan mempengaruhi harga minyak Indonesia (ICP).

Ahli ekonomi Pande Radja Silalahi  mengakui imbas krisis global mulai dirasakan Indonesia, dan ini berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Terbukti Bank Dunia mengkoreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,9 persen. Padahal dalam asusmi  makro APBN-Perubahan 2013 antara lain pertumbuhan ekonomi dipatok 6,3 persen.

Oleh karena itu, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia. Apakah pemerintah mampu memanaje faktor atau shock seperti kenaikan harga minyak, tahun politik, inflasi dan menjaga kepercayaan investor.

Namun yang paling penting adalah menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelola ekonomi.  

“Yang paling penting adalah bagaimana supaya muncul trust dari masyarakat. Yang hilang dari masyarakat saat adalah trust kepada pengelola ekonomi. Ini yang sulit,” ujar Pande Radja Silalahi, saat berbincang bersama Pro3 RRI, Rabu (10/7/2013).

Inflasi dapat diatasi jika ada trust dari masyarakat kepada pengelola ekonomi. Hal lain yang perlu diperhatikan pemerintah adalah menciptakan produk dalam negeri yang berkualitas sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat.

“Buatlah supaya produk kita dicintai masyarakat,” ujarnya.

Didalam APBN-P 2013, juga telah ditetapkan asumsi makro lainnya yakni lifting minyak 840 ribu per barel per hari, lifting gas 1.240 ribu per barel per hari, harga Indonesian Crude Price (ICP) dipatok US$108 per barel, dan nilai tukar rupiah Rp9. 600 per dollar AS . (Sgd/wDA)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional