Mantan Kepala Kredit BNI-OTO Pilih Bayar Rp200 Juta Dibanding Kurungan 6 Bulan
Tgl: 28/06/2013 19:21 Reporter: Kamaru Rahman

KBRN, Makassar : Mantan Kepala Divisi Sentra Kredit BNI-OTO Makassar Zakaria Laiby membayar denda Rp200 juta kepada Jaksa Penuntut Umum menggantikan hukuman kurungan 6 bulan ynag dijatuhkan Majelis Hakim Agung.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Makassar Greafik menuturkan pembayaran denda melalui anggota keluarga Terpidana berdasarkan putusan Mahkamah Agung nomor 2325/K/2009 yang menyatakan selain pidana penjara 8 tahun, Zakaria Laiby juga diwajibkan membayar denda Rp200 juta atau hukuman kurungan 6 bulan.

Pembayaran denda tersebut setelah diterima, oleh Jaksa Penuntut Umum akan diteruskan ke kas negara.

“Jaksa penuntut Umum kemudian akan menyetorkan pembayaran denda ke kas negara dengan demikian Terpidana tidak perlu menjalani pidana kurungan 6 bulan,” terang Greafik Jum,at (28/6/2013).

Zakaria Laiby pada persidangan dinyatakan terbukti melakukan perbuatan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan Direktur PT Aditya Rezeky Abadi Djusmin Dawi pada pengajuan kredit kendaraan bermotor roda empat di BNI-OTO.

Ratusan nasabah dibuat seolah-olah mengajukan kredit kendaraan bermotor roda empat padahal fiktif. Total kerugian negara akibat perbuatan Terdakwa senilai Rp27 Milyar. Djusmin  Dawi divonis 6 tahun penjara hingga tahap kasasi. (KMR/WDA)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional