Tingkatkan Kepemilikan Akta Lahir, Pemkab Lamongan Berkerjasama dengan RS
Tgl: 27/06/2013 17:49 Reporter: Ali Muhtar

KBRN, Lamongan : Pemkab Lamongan sudah sejak lama meniadakan biaya retribusi untuk pembuatan akta kelahiran usia 0-60 hari, namun ditengarai masih banyak warganya yang belum memanfaatkan fasilitas tersebut.

Berlangsung di Guest House setempat, Kamis (27/6/2013), Pemkab Lamongan meneken kerjasama dengan tiga rumah sakit swasta dan satu lembaga terkait pelayanan akta kelahiran. Dengan kerjasama tersebut, diharapkan semakin banyak warga Lamongan yang memanfaatkan fasilitas retribusi gratis pembuatan akta kelahiran usia 0-60 hari.

Tiga rumah sakit swasta tersebut adalah Rumah Sakit Ibu dan Bersalin “Fatimah” Lamongan yang diwakili direkturnya, Kuslan Rekso Hamidjojo. Kemudian Direktur Rumah Sakit Islam Nashrul Ummah Lamongan Muwardi Romli dan Direktur Rumah Sakit Muhamadiyah Lamongan Erwin Santoso. Sementara satu lembaga yang juga meneken kerjasama adalah Ketuan Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Lamongan, Tri Rahayu.

Di tempat yang sama, juga dilakukan penandatangan kesepakatan bersama antara Pemkab Lamongan dengan PT. Pos Indonesia (Persero) yang diwakili Kepala Area Penjualan VII Jawa Timur, Syamsul BP Nasution. Kerjasama tersebut terkait penyelenggaraan layanan pengiriman dan pengantaran dokumen kependudukan dan kata pencatatan sipil di Kabupaten Lamongan.

Kerjasama itu diungkapkan Syamsul dimaksudkan untuk memberikan landasan hukum bagi para pihak dalam pelaksanaan kerjasama layanan penyelenggaraan pengiriman dan pengantaran dokumen kependudukan dan pencatatan sipil di Lamongan.

“Kerjasama ini juga untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil bagi masyarakat di Kabupaten Lamongan. Sehingga warga Lamongan tidak perlu datang jauh-jauh ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, tapi cukup melalui pos, “ kata dia.

Ruang lingkup kesepakatan bersama ini meliputi fasilitas pelayanan pengiriman dan pengantaran dokumen kependudukan dan pencatatan sipil. Dokumen kependudukan dan pencatatan sipil tapi tidak termasuk akta kelahiran.

 Dengan kerjasama ini, diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam pengurusan administrasi kependudukan seperti kartu keluarga (KK) maupun akta kelahiran,“ ujar Bupati Fadeli. (Ali/Rio/HF)


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional