Laporan Keuangan APBD Sumenep Dapat Opini WDP
Tgl: 27/06/2013 17:00 Reporter: Faisal Warid

KBRN, Sumenep : Hasil audit laporan keuangan daerah Kabupaten Sumenep APBD 2012 oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Jawa Timur mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Sungkono mengatakan, banyak kendala yang dihadapi Pemkab meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebagaimana yang diinginkan.  Namun demikian, pihaknya bersyukur opini tersebut dapat dipertahannya untuk kelima kalianya berkat partisipasi sejumlah pihak yang ikut terlibat mengontrol pengelolaan keuangan daerah.

”Al-hamdulillah, Sumenep bisa mempertahankan prestasi itu untuk yang kelima kalinya. Sehingga pada tahun ini di APBD 2012 mendapat opini WDP,” kata Wakil Bupati Sumenep, Sungkono Siddik, Kamis (27/6/2013).

Menurutnya, kendala yang dihadapi untuk meraih kwalifikasi WTP diantaranya besarnya sisa anggaran yang tidak terserap hingga Rp. 220 Miliar lebih dari total APBD sebesar Rp 1,3 triliun lebih. Selain faktor efisiensi anggaran, tidak terserapnya anggaran itu disebabkan keterlambatan petunjuk tekhnis program kegiatan, misalnya di Dinas Pendidikan, sehingga untuk bantuan sosial dan kegiatannya lainnya dilaksanakan tahun berikutnya.

Disamping itu, pemutusan kontrak pengadaan jalan oleh Dinas  Pu Bina Marga terhadap sejumlah kontraktor juga menjadi kendala Sumenep meraih opini WTP. ”Salah satunya, BPK Jatim mengintruksikan agar kontraktor melakukan pengembalian uang. Sehingga, masalah ini, dapat mengurangi penilaian BPK,” ujar Wabub Sungkono.

Disamping itu, tambah Sungkono, banyaknya BUMD di Sumenep yang tidak sehat juga menjadi salah satu penilaian BPK, sehingga Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) yang disampaikan mendapat kwalifikasi WDP. ”Kami telah mengevaluasi catatan BPK tersebut untuk dilakukan perbaikan termasuk meminta partisipasi semua pihak khususnya legislative agar kwalifikasi LKPD Sumenep dapat ditingkatkan dari WDP menjadi DTP,” pungkas Wabub kepada sejumlah wartawan. (Faisal.W/HF)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional