Kekurangan Pasokan Tebu, Pabrik Gula Berhenti Produksi
Tgl: 24/06/2013 16:50 Reporter: Eka Wulan

KBRN, Madiun: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Jawa Timur mulai 19 Juni lalu memberhentikan sementara operasi Pabrik Gula (PG) Kanigoro Madiun. Padahal pada musim giling kali ini PG Kanigoro baru mengawali giling tanggal 11 juni lalu atau baru 8 hari kerja. Terhentinya operasi pabrik dikarenakan pasokan tebu yang minim baik dari tebu rakyat maupun tebu pabrik yang tidak mampu memenuhi target akibat anomali cuaca.

Humas PG Kanigoro Madiun, Yudha Feri Andika mengatakan pemberhentian operasi PG Kanigoro sesuai hasil keputusan rapat direksi dengan 5 PG yang berinduk di PTPN XI meliputi PG Soedono, PG Purwodadi, PG Rejosari, PG Pagottan dan PG Kanigoro sendiri pada tanggal 18 Juni kemarin. Yudha menambahkan pemberhentian sementara itu jatuh kepada PG Kanigoro yang diperkirakan hanya mendapat pasokan tebu 12.000 ton per hari, padahal sesuai kemampuan  PG Kanigoro targetnya dipatok 17.000-18.000 ton per hari.

“Dari putusan rapat dengan direksi tanggal 18 melihat bahwa situasi iklim cuaca yang belum normal, belum bersahat dan pasokan tebu-tebu PG wilayah Madiun dan sekitarnya belum optimal maka mulai tanggal 19 Kanigoro diputuskan untuk berhenti sementara. Berhenti sementara dalam artian untuk memenuhi PG yang paling dekat, PG Pagottan. Jadi artinya apabila kondisi sudah normal, dan mulai bisa menebang untuk memenuhi kebutuhan PG Kanigoro kurang lebih 17.000 ton  setiap harinya, kita akan giling lagi. Jadi diupayakan akhir bulan ini sudah mulai giling lagi, dengan asumsi tidak lagi hujan dan penebang sudah mulai banyak," paparnya, Senin (24/6/2013).

Yudha menengaskan sesuai hasil rapat, dimungkinkan akhir bulan Juni 2013 sudah dapat giling seperti biasanya dengan asumsi  tidak terjadi hujan yang berkepanjangan . selain itu minimnya pasokan, merupakan imbas dari adanya panen padi. Sehingga buruh tebang banyak yang jadi buruh panen padi . Kendati demikian, sekitar 1.098 karyawan pabrik tidak diliburkan, hanya saja minim aktivitas dan tidak ada gaji lembur.

“Untuk pemberhentian sementara hingga buka giling lagi, karyawan tetap dimasukkan dengan diberikan gaji tanpa lembur. Jadi mereka tetap menerima gaji, tetap menerima hak-haknya seperti pada saat giling,” katanya.

Sementara itu, karyawan PG Kanigoro, bagian sentral listrik, Sutarno menjelaskan meski diberhentikan sementara, namun PG Kanigoro tetap memberikan hak karyawan.

“Ya nasibnya baik-baik saja, nggak ada keluhan sama sekali. Cuma gaji lemburan nggak ada, tetap masuk seperti biasa, gaji juga nggak dikurangi semua hak-hak kami juga dipenuhi oleh PG. harapannya semoga aja ya cepat giling lagi,” terangnya.

Pemberhentian sementara operasi PG tidak berpengaruh pada capaian target produksi. Jika tahun lalu sesuai Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) ditargetkan 245.037 ton maka tahun 2013 ini targetnya 248.443 ton dan saat ini baru terelaisasi 12.775 ton. (Eka Wulan/AKS)


Audio


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional