Rumah Gadang Hj Ainil Mardiah Gazali di Bukittinggi Diresmikan
Tgl: 21/06/2013 20:13 Reporter: Yudi Prama Agustino

KBRN, Bukittinggi : Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Datuak Bandaharo Basa, usai Sholat Jumat (21/6/2013), meresmikan Rumah Gadang Hj Ainil Mardiah Gazali Suku Simabua Daujuang Garegeh Koto Salayan, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Walikota Bukittinggi.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, generasi muda Minang harus bangga untuk melestarikan adat dan budaya Rumah Gadang yang merupakan visi dan misi provinsi, kota dan kabupaten Sumatera Barat. Orang Minang hendaknya bangga menjadi orang Minang serta harus mempertahankan adat budayanya.

“Minangkabau banyak melahirkan tokoh tokoh nasional, mulai dari zaman sebelum, sesudah dan pasca kemerdekaan,” kehebatan orang Minang tidak terbentuk begitu saja atau Sim Salabim, tetapi karena terbentuk dari akar adat dan budayanya yang demokrasi,” ucap Gubernur.

Irwan juga berpesan agar generasi Minangkabau selalu mempertahankan adat dan budayanya, seperti yang dilakukan keluarga Hj Ainil Mardiah yang dipelopori Mayjen TNI Muhammad Fuad Basa, walaupun jauh merantau dan mengembang tugas negara yang sangat sibuk, tetapi tetap memperhatikan Rumah Gadang.

”Rumah Gadang merupakan simbol jati diri orang Minang, dan ini harus kita pertahankan. Jangan pernah meruntuhkan Rumah Gadang,” pinta Gubernur.

"Memang, orang Minang terkenal dengan diplomasinya. Sebab, tradisi masyarakat Minang bebas berpendapat, berbicara, mengritik dan berkumpul, berpedoman kepada Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah, yang banyak melahirkan tokoh seperti Bung Hatta, Sutan Syahril, M. Yamin,” terangnya.

Menurut Guber, adat dan budaya Minang yang cenderung egaliter, seperti halnya tradisi Minang dalam pelaksanaaan acara resmi adat dan budaya serta acara-acara resmi lainnya.

“Bagi masyarakat Minang, tidak ada istilah cium tangan dalam tatanan dan tradisi adat Minang yang lebih mengedepankan demokrasi,” ujar Gubernur.

Diakuinya, banyak anak Minang berkiprah di pentas Nasional.

"Saat ini saja orang Minang yang duduk di DPR hampir 70 orang, dan banyak lagi yang menguasi lembaga penting di tingkat nasional," sebut Irwan Prayitno.

Pada kesempatan yang sama, Mayjen TNI H. M Fuad Basa Dt. Bagindo Ali, mengatakan, generasi muda Minang harus bangga menjadi anak Minang.

"Kita harus bangga menjadi orang Minang dan simbol Rumah Gadang. Kita juga harus ingat bahwa perjuangan masyarakat Minang melawan penjajahan, bahkan sampai Bukittinggi menjadi ibu kota negara.

Sementara itu, Walikota Bukittinggi Ismet Amzis mengungkapkan, apa yang disampaikan M. Fuad Basa tersebut memang benar, bahwa perjuangan orang Minang memang besar kiprahnya di tingkat nasional. Seperti halnya PDRI, yang menurut sejarah, embrio perjuangan PDRI adalah Bukittinggi.

”Adapun perjuangan berlanjut ke Halaban dan Bidar Alam, namun yang menjadi pusat perjuangan dalam menyusun strategi PDRI adalah Kota Bukitinggi, seperti saksi sejarah Tri Arga, Kubu Garegeh yang merupakan tempat menyusun strategi perjuanagan PDRI,"sebut Ismet.

Untuk itu, kata Ismet, kita berharap untuk mengenang sejarah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) masyarakat Kota Bukittinggi akan terus memperjuangkan ke tingkat pusat, bahwa sebenarnya Monumen PDRI itu seharusnya dibangun di Bukittinggi,: tegas Ismet.

Rumah Gadang Hj Ainil Mardiah Gazali yang diresmikan itu merupakan rumah dari orang tua Mayjen TNI H. M. Fuad Basya (Dt. Bagindo Ali), yang juga dihadiri oleh Jendral TNI (Purn) Djoko Santoso, Marsekal Muda Masdar Said (Sutan Sati).
Kemudian, Lantamal I Brigjen TNI Marinir, Sudarmin Sudar, Walikota Bukittinggi Ismet Amzis, Damdim 0304/Agam, Kapolres Bukittinggi, beserta Ninik Mamak Kurai Limo jorong Bukittinggi. (Yudi Prama/HF)


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional