Inilah Motivasi Dua Calon Paskibraka Nasional Asal Gayo
Tgl: 19/06/2013 23:07 Reporter: Iwan Bahagia S Paoki

KBRN, Takengon : “Jika kamu ragu, maka mundurlah, jika kamu berjuang maka sepenuh hatilah”, demikian pesan Ayah dari salah seorang calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional asal Gayo,  Ali Alfaraesi yang menjadikan kalimat tersebut sebagai motivasi sehingga Ia berhasil menjadi satu dari jutaan pemuda yang beruntung dapat mewakili Aceh.

Ali bersama rekannya satu sekolahnya Dio Fany Anggraini lolos keistana negara setelah mengikuti seleksi paskibraka nasional di Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh.

Tidak hanya satu sekolah, Ali dan dio bahkan satu kelas di SMAN I Takengon tempat mereka menuntut ilmu. Ali merasa bangga dengan prestasi yang diraihnya, terutama karena merasa telah menikmati hasil dari pesan Ayahnya.

Dikatakan Ali, pesan ayah yang didukung oleh Ibunya menjadi sebuah prinsip yang ia tanamkan sejauh ini. Tentu Ali tak melupakan para pelatihnya dari Purna Paskibraka Aceh Tengah yang diketuai oleh Husnul Qadar Cibro. Menurut Ali, mereka berjasa penuh kepada keduanya yang telah mencapai prestasi ini.

Ali mengatakan, dirinya tidak menduga akan Ia dan Dio bisa lolos menjadi calon Paskibraka ke istana negara 17Agustus 2013 mendatang. Ali merasa bangga apabila nantinya dapat menunjukkan kecintaannya terhadap tanah air di depan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yodhoyono.

Berbeda dengan Ali, calon Paskibraka Nasional wanita asal gayo Dio Fany Anggraini justru termotivasi menjadi seorang anggota paskibraka hanya karena beberapa kali mengikuti upacara bendera saat “Agustusan” di halaman kantor Setdakab Aceh Tengah.

Dio bercerita, saat melihat para anggota paskibraka melakukan kegiatan pengibaran bendera, dirinya merasa termotivasi. Motivasi tersebut berupa perasaan bangga untuk melakukan hal tersebut. Apalagi kata Dio, menjadi pengibar bendera sangsaka merah putih tidaklah mudah, dimana saat itu Dio melihat mereka harus rela disengat panas matahari, harus menguras tenaga hingga merasa kelelahan karena Paskibraka membutuhkan fisik yang kuat.

Sama seperti rekannya Ali Alfaraesi, siswi kelas XI SMN I Takengon ini sebelumnya tidak menyangka kalau Ia juga lulus menjadi calon pengibar bendera merah putih, “Saya tidak membayangkan akhirnya menjadi anggota Paskibraka”, katanya. Namun pada kenyataannya, inilah yang Dio dapatkan saat ini, senang bercampur bahagiapun dirasakannya bersama keluarga. (Iwan/HF)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional