Pengaruh Rencana Kenaikan BBM, Harga Daging Merangkak Naik
Tgl: 19/06/2013 18:18 Reporter: Faisal Warid

KBRN, Sumenep : Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Sumenep menembus hingga Rp 90.000 per kg dari harga sebelumnya sekitar Rp 80.000 per kg.

Kondisi tersebut diduga karena dampak dari rencana kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

”Sebenarnya kenaikannya sudah berlangsung sejak pekan kemarin, yang dimungkinkan karena rencana kenaikan minyak atau BBM. Sebab, jika BBM naik sejumlah barang naik karena biaya angkutnya naik," kata Siti Amina, salah seorang pedagang daging di Pasar Anom Baru Sumenep, Rabu (19/6/2013).

Ia menuturkan, sebelumnya harga daging super hanya Rp 80.000 per kg, namun saat ini naik menjadi Rp 90.000 per kg. Sedangkan harga daging  biasa dari yang sebelumnya hanya Rp 75.000 per kg naik menjadi Rp 80.000 per kg.

''Kami sengaja menaikkan sebelum harga BBM naik, karena harga sapi juga naik. Kalau kami menjual dengan harga tetap, pasti rugi,'' ujarnya di Pasar Anom.

Meski demikian, kata Siti Aminah, kenaikan harga daging sapi itu tidak berdampak terhadap jumlah pembeli. Minat masyarakat yang membeli daging di Pasar Anom masih tinggi, bahkan mengalami peningkatan.

”Alhamdulillah masih ramai. Pembeli masih terbilang normal seperti hari biasanya,” tandasnya.

Selain harga daging sapi, harga daging ayam kampung juga ikut naik, dari sebelumnya Rp 50.000 per kg menjadi Rp 60.000 per kg. Sementara harga daging ayam broiler justru turun, dari sebelumnya Rp 25.000 per Kg turun menjadi Rp 24.000 per Kg.

''Kalau harga daging ayam broiler turun seribu. Tapi harga daging ayam kampung yang mengalami kenaikan,'' tambah Hamidah, salah seorang penjual daging ayam. (Faisal.W/HF)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional