Gugat Kebijakan Ketua STAIN Pamekasan, Mahasiswa Bakar Ban
Tgl: 10/06/2013 20:11 Reporter: Andree Havid

KBRN, Pamekasan : Tidak puas dengan kebijakan Ketua STAIN Pamekasan, puluhan mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa di kampus mereka, Jalan Panglegur Pamekasan, Senin (10/6/2013).

Ditengah guyuran hujan, puluhan mahasiswa STAIN Pamekasan itu menggelar unjuk rasa dengan membakar sejumlah ban bekas.

Muhri, salah satu korlap aksi mengatakan, pihaknya menuntut kejelasan penggunaan anggaran praktikum yang berasal dari uang mahasiswa, sebesar Rp 200 ribu per orang dengan total seluruhnya sebesar Rp 500 juta.

Selain itu juga meminta hasil sidang senat yang memutuskan kontrak kerja dengan penyedia software Aida, dengan penggantian software sistem informasi akademik yang baru senilai Rp 100 juta di kaji ulang, serta permintaan pengelolaan radio kampus agar diserahkan kepada mahasiswa.

“Yang perlu kita kaji ulang adalah keputusan senat terkait adanya pemutusan kontrak Aida dengan uang seratus juta itu perlu dikaji ulang dan perlu minta transparansi sejelas-jelasnya kepada pimpinan sehingga kita tahu dan kita tidak mempunyai pikiran negative,” kata Muhri.

Sementara itu, Ketua STAIN Pamekasan Taufikurrahman membantah bahwa Aida tidak pernah ganti system baru namun saat ini dalam penyempurnaan. Sedangkan persoalan praktikum sepenuhnya menjadi tanggung jawab pimpinan lab masing-masing jurusan baik Tarbiyah maupun Syariah.

“Aida itu digarap oleh rekanan, rekanan sudah menyelesaikan, jadi sekarang ada yang menyebutkan ganti system baru, tidak ! namanya tetap Aida, cuma harus dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan, tentang praktikum saya sudah menanda tangani jadwal dan pemangku praktikum,” jelas Ketua STAIN Pamekasan Taufikurrahman.

Sedangkan persoalan radio kampus, semua tuntutan mahasiswa sejak aksi sebelumnya telah dipenuhi, meskipun pengelolaannya  tetap menjadi tanggung jawab STAIN, karena radio kampus itu seluruhnya dibangun menggunakan anggaran dan keuangan negara. (Andree/DS/WDA)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional