Sumatera Barat Bertekad Bebas Rabies pada Tahun 2015
Tgl: 31/05/2013 04:22 Reporter: Luthfi Luberto

KBRN, Padang : Sumatera Barat saat ini menduduki peringkat 3 tertinggi penyakit Rabies se Indonesia. Hal ini tentunya tidak lepas dari budaya turun-temurun berburu babi liar di hutan-hutan Sumatera Barat yang mengaharuskan para penghobi berburu ini memelihara anjing.

Celakanya jika anjing peliharaan mereka sudah tidak mampu berburu, maka akan dilepaskan begitu saja, sehingga sangat rentan terserang rabies dan sangat mungkin tertular ke manusia melalui gigitan.

Kamil selaku Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat mengakui kesulitan untuk bisa mengajak masyarakat memerangi rabies, karena alasan mereka bahwa memelihara anjing untuk berburu adalah adat di Sumatera Barat.

“Ada anggapan dalam masyarakat khususnya dari Persatuan Olahraga Buru Babi (PORBI), yaitu jika anjing mereka disuntik vaksin, maka anjing mereka tidak bisa lari mengejar babi buruan. Sehingga saran dan koordinasi dari Sekda, Dinas Kesehatan, dan Dinas Peternakan dianggap sebagai “angin lalu”. Alasan PORBI adalah anjing mereka ini untuk berburu dari babi-babi liar yang menyerang tanaman mereka,” jelas Kamil.

Icon buruk sebagai Propinsi terjangkit Rabies mengundang keprihatinan, dan tergerak dengan hal itu, menurut Sekda Propinsi Sumatera Barat, Ali Asmar, Sumbar sudah membentuk Komisi Pengendalian Zoonosis untuk meredam angka Rabies dan mempunyai misi pada tahun 2015 Sumatera Barat bisa bebas Rabies. Dan Komisi ini langsung dipimpin oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno.

Ali Asmar mengakui untuk mengontrol masuknya anjing dari luar Propinsi Sumbar melalui transportasi jalur darat sangat sulit.

“Jika untuk jalur laut dan udara di Sumbar ini aman lah karena ada karantina baik di pelabuhan maupun bandara, tapi kalau jalur darat itu yang sulit, karena truk-truk yang menuju Sumbar juga ada yang membawa Anjing, dan ini yang luput dari pengawasan kita,” jelas Ali Asmar dalam Rapat Koordinasi Regional Wilayah Barat Pengendalian Zoonosis Tahun 2013 bertempat di Padang, Sumatera Barat, Rabu malam (30/5/2013).

Untuk daerah yang menjadi konsentrasi tingkat rabies tertinggi adalah Kabupaten Pesisir Selatan,  Sijunjung dan Padang Pariaman yang memiliki kasus Lyysa (terjangkitnya manusia oleh gigitan anjing Rabies) tertinggi di Sumatera Barat. (Luthfi/WDA)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional