Dapat SK PNS Palsu, Warga Sumenep Polisikan Oknum Kemenag
Tgl: 26/05/2013 15:35 Reporter: Faisal Warid

KBRN, Sumenep : Kasus dugaan penipuan bermodus pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali terjadi di Sumenep.

Kali ini, seorang warga Desa Lebeng Barat Kecamatan Ambunten, Mohammad Dafir menjadi korban oknum yang tidak bertanggung jawab di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep. Ia mengaku menjadi korban kasus dugaan penipun oleh SFD (Inisial), seorang pengawas Sekolah di lingkungan Kemenag.

”Dia mengaku mempunyai jatah kursi CPNS, hanya saja sebagai kompensasinya untuk lolos melalui jalur khusus tersebut, kami harus membayar uang sebesar Rp150 juta,” ungkap Dafir, korban penipuan, Minggu (26/5/2013).

Menurutnya, Meski sempat ragu, namun dirinya tergiur dengan tawaran tersebut, hingga akhirnya bersedia membayar uang jaminan secara mencicil tiga kali dengan dibayar langsung dan ditranfer. Bahkan dirinya sempat diminta datang ke Jakarta untuk pengambilan SK dan pemberkasan.

”Namun setelah dikroscek ke Kemenag SK yang diterima tersebut diduga palsu karena tidak diakui Kemenag,” terangnya.

Karena merasa ditipu, dirinya melaporkan kasus tersebut ke Polres Sumenep agar pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

”Sebelumnya saya sudah menempuh jalan persuasif agar uang itu dikembalikan. Tapi, tidak ada respon, makanya kami laporkan ke Polisi,” ujarnya.

Kepala Urusan Kepegawaian Kantor Kemenag Sumenep, Mohammad Tahirullah mengaku belum menerima laporan tersebut. Namun, pihaknya memastikan tidak ada rekruetmen CPNS di lingkungannya  dengan sistem jatah karena ketentuannya dilakukan secara on line dan diseleksi secara terbuka.

”Kami pastikan SK yang diterima atas nama Ali Dafir adalah palsu karena ditandatangani Kepala Biro Kepegawaian, bukan Menteri yang dilegalisasi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, bahkan pengesahannya bukan stempel resmi kantor Kemenag,” terangnya.

Sementara itu, Kabag Operasional Polres Sumenep, Kompol Edi Purwanto mengaku telah menerima laporan kasus dugaan penipun bermodus pengangkatan PNS oleh oknum Kemenag.

”Tentu kami akan tindak lanjuti dengan memerikan sejumlah saksi terkait kasus ini,” tegas Mantan Kapolsek Parenduan ini. (Faisal/WDA)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional