Angaran Jamkesda Dipangkas,Warga Miskin Terancam Tak Dapat Jamkesmas
Tgl: 14/05/2013 18:17 Reporter: Benny Hermawan

KBRN,Surabaya : Ratusan ribu peserta Jamkesmas 2012 yang tidak terkover dalam kuota Jamkesmas 2013 sebesar 14 juta terancam tidak mendapatkan jaminan kesehatan secara gratis menyusul pemangkasan anggaran sebesar 50 persen yang di lakukan oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur.

Dari Informasi yang di himpun RRI rencana ini telah dibicarakan serius oleh Sekda Prov Jatim, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Daerah (BPJKD) Jatim pada awal pekan ini. 

Selain tiga pihak tersebut, Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Jatim dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim juga telah mengiyakan direalisasikannya pemangkasan anggaran ini sebesar 50 persen.

Menurut informasi, Dengan adanya pemangkasan ini, anggaran murni untuk pembiayaan Jamkesda di Jatim Tahun 2013 dipastikan hanya akan tersisah Rp 60 miliar. Anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk menanggung 80 ribu peserta Jamkesda 2012 yang belum terkover dalam Jamkesmas 2013. 

"Berdasrkan validasi komputer sisah Jamkesmas memang 450 ribu. Tapi berdasarkan validasi lapangan sisa jamkesmas masih mencapai 2 juta jiwa. Sementara pasien SPM sendiri ada 16 ribu jiwa yang kini ditanggung pemerintah kabupaten/ kota," kata salah satu sumber yang tidak mau di sebutkan namanya kepada RRI.

Tak hanya itu, nasib pasien dengan Surat Pernyataan Miskin (SPM) dipastikan juga tidak akan mendapat perhatian dari Pemprov Jatim pada tahun ini.

Adanya pemangkasan ini, sebelumnya telah diakui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dr Harsono untuk mengembangkan program kesehatan lain. Diantaranya ialah program preventif dan promotif kesehatan. Dengan demikian program jaminan kesehatan untuk warga miskin kedepan tidak hanya berkutat pada langkah-langkah kuratif saja. 

"Mencegah datangnya penyakit itu jauh lebih penting dari pada mengobati," kata Harsono memberi alasan.(Benny/BCS)


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional