Gubernur Jatim Minta BK DPRD Tindak Anggota Dewan Loncat Parpol
Tgl: 09/05/2013 14:49 Reporter: Moh Rasikin

KBRN, Sumenep : Gubernur Jawa Timur Sukarwo meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep   melakukan penyelidikan  atau bahkan pemberhentian terhadap  anggota DPRD yang pindah  ke Partai Politik (Parpol) lain untuk menjadi calon anggota legislative (caleg) pada pemilu 2014.

Ketua BK DPRD Sumenep Miftahurrahman mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan surat edaran dari Gubernur Jatim  yang mempersilahkan BK  melakukan penyelidikan terhadap sejumlah anggota DPRD Sumenep yang pindah parpol, namun masih belum mengundurkan diri.

Dalam surat yang ditanda tangani Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, H Rasyio, disebutkan   anggota DPRD bisa berhenti antar waktu apabila meninggal dunia, mengundurkan diri, atau diberhentikan. Dan diantara anggota DPRD dapat diberhentikan salah satunya karena melompat ke parpol lain.

Menurut Miftah, pihaknya memberi tenggat waktuu kepada sejumlah anggota DPRD yang maju menjadi caleg dari parpol lain  untuk mengajukan surat pengunduran diri secara terhormat ke pimpinan DPRD dalam minggu ini.

“Saya targetkan hingga minggu depan para anggota dewan yang pindah parpol hendaknya mengajukan pengunduran diri. Jika tidak maka BK Akan memprosesnya, dan dalam surat tersebut, BK juga punya hak untuk melakukan PAW jika yang bersangkutan tidak mengundudrkan diri,” terangnya, Kamis (9/5/2013).

Anggota DPRD dari daerah Pemilihan Sumenep 6 ini menyatakan, BK akan melakukan jemput bola ke KPU untuk meminta daftar nama-nama caleg yang diduga lompat parpol, sehingga pihaknya mempunyai acuan untuk memanggil anggota legislatif yang belum mundur, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kita belum tahu pasti berapa jumlahnya, namun kalau mengacu pada jumlah anggota dewan yang saat ini partainya tidak masuk menjadi parpol peserta pemilu, jumlahnya sebanyak 5 orang, 4 orang dari PKNU dan 1 orang dari PKP, ini yang akan kita klirkan,” pungkasnya. (Rasikin/DS/WDA)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional