Empat Calon DOB di Sultra, Dipastikan Ditetapkan Sebelum Pemilu 2014
Tgl: 08/05/2013 11:30 Reporter: Atto Raidi

KBRN, Kendari: Anggota DPR-RI asal daerah pemilihan sulawesi tenggara, Umar Arsal sangat optimis jika Empat calon Daerah Otonomi Baru (DOB) di Sulawesi tenggara (Sultra) akan di mekarkan sebelum pemilu 2014 mendatang.

Hal itu diyakininya karna di komisi II DPR-RI terdapat 12 legislator dari partai demokrat, meski dirinya berada di komisi V yang membidangi infrastruktur.

Menurut Umar Arsal, rencana pemekaran daerah kabupaten di sulawesi tenggara, merupakan agenda anggota DPR di periode lalu, namun hal itu tidak menjadi tantangan diperiodenya dan tetap akan memperjuangkan sebagaimana aspirasi rakyat di kabupaten Muna dan Buton.

“Kesepakatan kami dengan teman-teman di komisi dua terkait dengan pemekaran, Insya Alah kami akan perjuangkan pada sidang berikutnya di bulan juni mendatang, dan ini memang PR kami yang ditinggalkan anggota DPRD pada periode lalu dan itu bukan hambatan dan kami optimis untuk menyelesaikannya sebelum pemilu 2014,” ucapnya kepada wartawan di kendari, Rabu (8/5/2013) saat melakukan kunjungan kerja (Reses) di daerah pemilihannya di sulawesi tenggara.

Kendala yang dihadapi 4 daerah di sultra termasuk disejumlah provinsi lain di indonesia kata Umar Arsal yakni masalah ketersediaan anggaran, sehingga pihak DPR harus melakukan kunjungan kedaerah yang akan mekar .

“Masalahnya pemekaran banyak, tapi kembali lagi pada kemampuan pemerintah daerah dalam memekarkan wilayahnya, karena saat suatu daerah ditetapkan sebagai DOB, maka pemerintah harus menyiapkan anggaran mulai dari penjabat bupati hingga perangkat-perangkatnya,” ujarnya.

Empat calon daerah otonomi baru itu yakni Muna Barat dan Kota Raha pemekaran dari Kabupaten Muna, sedangkan Buton Tengah dan selatan pemekaran dari kabupaten Buton.

Saat ini dua pemerintah daerah tersebut sedang melakukan evaluasi anggaran untuk memekarkan daerahnya, meski potensi sumber daya alam dan manusianya sudah memenuhi persyaratan dengan melalui kesepakatan DPRD setempat. (Atto R/AKS)

 


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional