Polres Bukittinggi Tunggu Hasil Otopsi Korban Pembunuhan "Facebook"
Tgl: 03/05/2013 19:06 Reporter: Yudi Prama Agustino

KBRN, Bukittinggi : Polres Kota Bukittinggi masih menunggu hasil otopsi dua korban pembunuhan yang dilakukan tersangka Wisnu Sadewa. Jika korban Rusyda Nabila (16) hampir dipastikan tewas akibat ditusuk pisau sebanyak tiga kali pada bagian leher, namun untuk korban Nefrida Yanti (23), polisi belum mendapatkan gambaran.

“Kami masih menunggu hasil otopsi secara tertulis dari tim forensik. Belum jelas kapan hasil tersebut kami dapatkan,” ujar Kasat Reskrim Polres Bukittinggi Franky M. Monathen kepada RRI, Jumat (3/5/2013).

Menurut Franky M. Monathen, perkembangan kasus pembunuhan itu masih berkutat pada proses pemeriksaan tersangka. Ia mengatakan, untuk sementara tersangka hanya mengakui membunuh dua orang, dan tidak mengakui melakukan pembunuhan terhadap sejumlah korban lainnya yang ditemukan jadi mayat secara misterius.

“Untuk barang bukti, saat ini kepolisian sudah mengamankan satu pisau yang di gunakan tersangka membunuh korban, satu cangkul yang digunakan tersangka untuk mengubur korban, sandal korban, serta pakaian korban,“ terangnya.

Diberita sebelumnya, jajaran Polresta Bukittinggi membekuk Wisnu Wadewa sebagai tersangka pembunuhan itu pada Senin (29/4/2013) sekitar pukul 16.00 WIB, serta menemukan jenazah Rusyda Nabila panggilan Bila pada malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB.

Jajaran Polresta Bukittinggi kembali menemukan lagi satu jenazah korban pembunuhan oleh tersangka Wisnu sekitar pukul 11.30 WIB di kawasan Lungguak Batu Jorong Koto Gadang Kabupaten Agam pada Rabu (1/5/2013) lalu. Dengan demikian, korban pembunuhan oleh tersangka Wisnu menjadi dua orang.

Untuk jenazah kedua yang ditemukan Rabu (1/5/2013), korban ditemukan di semak belukar dalam kondisi telah menjadi rangka. Dugaan sementara, jenazah itu adalah jasad Nefrida Yanti, warga Kampung Caniago Tangah Jorong Balai Badak Nagari Batu Kambing Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam.

Dalam melakukan aksinya, tersangka menggunakan jejaring sosial Facebook. Untuk membujuk agar bisa bertemu korban yang berjenis kelamin perempuan, tersangka menggunakan nama palsu di Facebook dengan nama perempuan, yang didukung dengan foto perempuan.

Tersangka juga selalu minta nomor telepon genggam korbannya lalu diajak ketemuan untuk dibunuh, lalu dirampas harta bendanya. (Yudi/WDA)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional