Satu Bulan Dikubur, Jasad Rusyda Nabila Ditemukan
Tgl: 30/04/2013 15:22 Reporter: Yudi Prama Agustino

KBRN, Bukittinggi: Setelah tidak ada kabar semenjak meninggalkan rumah pada tanggal 20 Maret 2013 lalu Rusyda Nabila 16 tahun siswi Diniyah Limo Jurai Kecamatan Sungaipua Kabupaten Agam anak dari pasangan Khairis dan Nelinda Senin Malam (29/4/2013) sekitar pukul 22.00 WIB ditemukan tewas terkubur di dalam tanah kedalaman 60 hingga 80 centimeter di Jorong Dalam Koto, Nagari Pakan Sinayan Kecamatan Banuhampu diduga kuat  akibat korban penganiayaan.

Hal itu disampaikan Wakapolres Bukittinggi Arif Budiman kepada RRI Selasa siang (30/4/2013) di ruang kerjanya dan selanjutnya mengatakan, kepergian korban Rusyda Nabila sebelumnya telah dilaporkan ke polres dan bagian satuan intelkam terus melakukan penelusuran berdasarkan informasi yang didapat dari keluarga korban, dan malam tadi tersangka berhasil diidentifikasi dan ditangkap oleh petugas.

“Kejadian berawal ketika Rusyda Nabila memiliki seorang teman perempuan dari jejaring sosial facebook yang ternyata profilnya palsu, tanggal 20 maret itu mengajak bertemu di kawasan padang luar, dan tersangka langsung menyuruh korban datang kerumahnya di pakan sinayan dengan menggunakan ojek,” jelasnya

Setelah korban bertemu dengan tersangka, si korban kembali didustai kalau profil facebook itu milik adik tersangka, dari keterangan tersangka W terang Arif Budiman niatnya ingin mencuri harta milik korban karena tidak memiliki uang, dengan menyita satu unit handphone dan uang tiga ribu rupiah, serta tidak sampai disitu korban ditusuk dibagian leher, setelah tewas diikat tangan dan kaki, lalu dikubur di daerah persawahan di Jorong Dalam Koto, Nagari Pakan Sinayan Kecamatan Banuhampu, hingga malam tadi saat ditemukan jasadnya telah membusuk lalu diantar ke Rumah Sakit Achmad Moechtar Bukittinggi.

Arif Budiman menambahkan, saat ini tersangka W diamankan dirumah tahanan Polres Bukittinggi untuk dimintai keterangan lebih lanjut, dan keluarga korban telah mengetahui peristiwa yang menimpa anak mereka, dan berharap si korban diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, dan kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang untuk lebih waspada menggunakan jejaring sosial melalui dunia maya. (Yudi PA/AKS) 


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional