Karo Humas: Gubernur Riau Sedang Sakit
Tgl: 23/04/2013 16:39 Reporter: Revi Kimberly

KBRN, Pekanbaru : Ketidakhadiran Gubernur Riau HM Rusli Zainal ataupun Wakil Gubernur Riau, HR Mambang Mit dalam Sidang paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW) 5 anggota DPRD Riau yang berujung pada pengusiran Asisten III Setdaprov Riau, Hardy Jamaluddin, selaku utusan dari Pemprov, menyisakan keprihatinan Gubernur Riau.

Kepala Biro Humas Setdaprov Riau, Noverius mengaku, Gubernur Riau HM Rusli Zainal sudah mengetahui peristiwa yang dialami Asisten III tersebut. Dijelaskannya, seyogyanya memang Gubri menghadiri langsung sidang paripurna PAW 5 anggota DPRD tersebut, namun gagal terlaksana karena sedang sakit.

"Pak Gubernur mengetahui peristiwa ini, dan beliau semula akan hadir, tetapi ternyata kondisi kesehatannya tidak mengizinkan sehingga tidak bisa hadir," ujar Noverius di Pekanbaru, Selasa (23/4/2013).

Batal menghadiri paripurna, kata Noverius, Gubri sudah mendelegasikan tugas tersebut kepada Wakil Gubernur Riau, HR Mambang Mit, pada 22 April. Namun, pada saat bersamaan dengan sidang, Wagubri harus mendampingi Menteri Koperasi Syarif Hasan yang melangsungkan kunjungan kerja ke Kabupaten Kampar.

"Pak Wagub pada hari itu juga mendelegasikan kepada Asisten I, Pak Abdul Latif, tetapi beliau juga tidak bisa menghadiri karena Adik kandung Pak Latif meninggal, dan akhirnya didisposisikanlah surat itu kepada Asisten III," jelasnya.

Karena alasan itulah, katanya, Pemprov Riau mendelegasikan Asisten III sebagai perwakilan Pemerintah dalam prosesi PAW tersebut.

"Kalau pak Gubernur tidak sakit, beliau pasti akan datang," cetusnya.

Disinggung mengenai langkah yang akan diambil pasca peristiwa pengusiran tersebut, Noverius mengaku Pemprov Riau tidak akan melakukan protes.

"Kita tidak tahu bagaimana prosedur Tatib di Dewan itu, kalau memang dalam tatibnya Pak Hardy itu tidak boleh mewakili, sebelum sidang harusnya sudah diberitahu," tandasnya.

Karena itulah, sambungnya, peristiwa ini akan menjadi pelajaran berharga bagi Pemprov Riau ke depannya.

"Ini sebenarnya hanya miskomunikasi saja," jelasnya. (Revi/HF)


Audio


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional