Pemda NTB Layangkan Surat Penambahan Kuota BBM 2013
Tgl: 20/04/2013 08:36 Reporter: Hayatun Sofian

KBRN, Mataram: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah melayangkan surat resmi ke Pemerintah Pusat, meminta penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM), terkait kuota BBM NTB untuk tahun 2013 diisyaratkan berkurang dari tahun 2012 lalu.

Dalam surat permintaan tersebut, pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat mengusulkan penambahan BBM jenis premium lebih besar 20 persen dari tahun 2012. Sedangkan solar diusulkan penambahannya sebesar 30 persen.

Seperti diketahui, tahun 2013 ini, Pemerintah Pusat mengalokasikan kuota Bahan Bakar Minyak untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat berkurang dari jumlah kuota yang diberikan pada tahun 2012 lalu.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Nusa Tenggara Barat, M Husni menyebutkan, secara resmi belum ada surat keputasan yang disampaikan dari Kementerian ESDM kepada pemerintah daerah di NTB terkait penurunan jumlah kuota BBM untuk NTB.

Meski demikian jikapun ada penurunan, hal itu tidak ditampiknya karena melihat tren konsumsi BBM di NTB pada awal tahun ini relatif menurun dari tahun 2012 lalu.

“ Kemungkinan pertama itu penggunaan BBM di NTB kan belum terlalu banyak, belum sebanyak di Bali, di Jawa apa lagi. Terus yang kedua pertimbangan pemerintah juga kondisi perekonomian karena daya beli masyarakat masih rendah dan selama ini NTB tidak pernah melebihi kuota yang telah ditetapkan sama pusat,“ paparnya, Jumat (19/4/2013).

Dilihat dari perbandingan bulan Februari tahun 2012 saja kebutuhan solar mencapai 25.224 kiloliter sedangkan pada bulan februari tahun 2013 menurun menjadi 22.14 kilolitor.

Sementara pada periode yang sama, untuk premium Februari 2012 kebutuhan dilapangan sebesar 60.701 kiloliter, tetapi bulan Februari tahun 2013 menurun menjadi 57.910 kiloliter.

“Rata-rata serapan dari kabupaten menurun, hanya Kabupaten Bima dan KSB konsumsinya tinggi, tetapi bisa ditutupi oleh kuota yang tidak diserap oleh kabupaten lainnya,“ imbuhnya. (Hayatun/DS/AKS)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional