Kenaikan Harga BBM Untuk Orang Kaya, Tetap Berimbas Kepada Masyarakat
Tgl: 19/04/2013 08:14 Reporter: Sugandi

KBRN, Jakarta: Pemerintah tengah menggodok rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubisidi untuk orang kaya. Pemerintah akan menaikan harga BBM bersubisdi Rp 6.500 per liter untuk mobil pribadi,  sementara untuk kendaraan roda dua dan angkutan umum, tetap dapat menikmati BBM bersubsidi Rp 4.500 per liter.

 

Pemerintah meyakini kenaikan harga BBM kali ini tidak akan memberikan dampak yang serius untuk masyarakat khususnya masyarakat menengah bawah, karena kenaikan hanya berlaku untuk orang kaya saja.

 

Pengamat ekonomi ECONIT Hendri Saparini mengatakan jika BBM bersubdisi dinaikan, ditambah lagi secara bersamaan tarif dasar listrik (TDL) juga naik, maka yang paling terkena dampak langsung adalah sektor makanan dan bahan olahan.

 

Bagi orang kaya, tidak berpengaruh sementara bagi masyarakat miskin, 70 persen pengeluaran untuk pangan sehingga jika harga pangan naik maka masyarakat pun kena imbasnya.

 

“Kita berharap bahwa dampak kenaikan harga BBM dan TDL tidak  besar bagi masyarakat, kita harus hati-hati menyimpulkan," kata Hendri Saparini, dalam dialog bersama Pro 3 RRI, Jumat (19/4/2013).

 

Sementara itu untuk kompensasi semisal bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat miskin yang terkena imbas kenaikan harga BBM, juga harus dipikirkan secara matang, karena akan membebani keuangan Negara apalagi jika BLT diperpanjang hingga 2014.

 

Yang patut diperhitungkan oleh pemerintah sebelum menaikan harga BBM bersubsidi adalah tidak boleh mengganggu daya beli masyarakat dan daya saing masyarakat. “Jadi harus diperhitungkan cost apa  yang dikurangi sehingga daya saing tetap terjaga”.

 

Ditambahkan membengkaknya subsidi BBM karena PT Permina membeli minyak bukan ke produsen langsung melainkan melalui pihak ke tiga. “Subsidi tinggi karena PT Pertamina membeli di pasar  sekunder.  Ada 2 dollar per barel dinikmati oleh broker . PT Pertamina harus  membeli ke produsen langsung,” tegasnya. (Sgd/AKS)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional