Lahan PT MAJI yang Dibeli PT PN VI Persero Disinyalir Sarat Penyimpangan
Tgl: 17/04/2013 19:14 Reporter: Firdaus BS

KBRN, Jambi : Gerakan Bersama Rakyat Kampus mensinyalir lahan perkebunan PT Mendahara Agro Jaya Industri seluas 3.200 hektar yang dibeli PT Perkebunan Nusantara VI Persero sarat dengan penyimpangan.

Hal itu diungkapkan mereka saat berorasi ketika berdemonstrasi di Kantor PT PN VI, Rabu, (17/4/2013).

M. Daniel, Koordinator Lapangan aksi unjuk rasa itu, mendesak manajemen PT PN VI Persero memberikan penjelasan secara transparan kepada masyarakat, agar informasi miring terkait prosedur pembelian lahan PT MAJI yang saat ini sudah dikelola PT PN VI tersebut tidak mencemarkan nama BUMN.

Di samping itu, M. Daniel menyatakan jajaran Polda Jambi seharusnya mengusut tuntas kasus tersebut dengan cara memeriksa manajemen PT PN Persero itu.

Selain itu, lanjutnya, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus juga mesti proaktif memprakasai terbentuknya tim investigasi guna menelusuri kebenaran adanya permainan oknum-oknum tertentu terkait jual beli lahan PT MAJI oleh PT PN VI Persero yang mengakibatkan kerugian negara.

“Melalui pimpinan PT PN VI Persero, Gerakan Bersama Rakyat Kampus minta agar aspirasi yang berkaitan dengan dugaan penyimpangan pembelian lahan PT MAJI oleh PT PN VI Persero, diteruskan kepada Menteri BUMN,“ pinta M. Daniel.

Di PT PN VI Persero, pengunjuk rasa dari Gerakan Bersama Rakyat Kampus ditemui Amir Sembiring Kabag SDM perusahaan perkebunan milik BUMN tersebut. (Firdaus/HF)


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional