Ribuan Hama Burung Serang Sawah Petani Aceh Utara
Tgl: 13/04/2013 13:05 Reporter: Albarra Maulana

KBRN, Lhokseumawe : Hama burung pipit sampai saat ini masih menjadi hama utama, yang menyerang tanaman padi milik para petani di sejumlah Desa Kabupaten Aceh Utara.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang petani di Desa Blang Rimueng, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, Aiyub (40) kepada RRI, Sabtu (13/4/2013).

Menurutnya, hama burung pipit itu memang masih banyak menyerang padi masyarakat. Hama ini lebih berbahaya dengan hama lainnya, karena sekali menyerang jumlahnya ribuan ekor.

“Walaupun sebagian petani sudah ada yang bisa mengantisipasi serangan burung ini, namun apabila jumlahnya mencapai ribuan, para petani itu pasti kewalahan menghadapinya,” jelas Aiyub.

Untuk mengendalikan hama tersebut, Aiyub dan petani yang lain masih menggunakan cara tradisional, mengusir hama burung pipit disawah dengan membuat orang-orangan disawah yang dipasangin kaleng tua.

Masyarakat tidak perlu turun kebawah untuk mengejar hama burung tersebut, cukup dengan mengoyangkan kaleng itu pake tali, sehingga burung pipit langsung terbang.

“Meskipun demikian, cara yang dilakukan kurang efektif, setelah terbang sebentar burung pipit kembali lagi, sedangkan kita tidak mungkin terus mengoyangkan kaleng tersebut, Karenakan jangkauan sawah yang luas,” tambahnya.

Selain hama burung pipit, hama tikus tanahpun juga sempat menyerang tanaman padi masyarakat, namun tetapi hama burung pipit lebih bahaya dibandingkan hama tikus.

“Hama tikus  tanah lebih mudah dikendalikan dengan cara diberi racun, dan melakukan penyemprotan pada lubang-lubang tikus,” ujar Aiyub.

Para petani di desa tersebut, berharap kepada Pemerintah untuk bisa memberikan solusi, dan bantuan dalam mencegah hama burung dan hama tikus tanah.

“Dengan kondisi seperti ini kan pak, panen kami berkurang, kami berharaplah kepada Pemerintah untuk segera ikut campur tangan terhadap persoalan ini,” tungkasnya. (Albarra/DS/WDA)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional