Rekan Korban Pembunuhan Mahasiswa UNM Minta Jaksa Hukum Berat Terdakwa
Tgl: 11/04/2013 17:30 Reporter: Kamaru Rahman

KBRN, Makassar : Kasus pembunuhan Munandar dan Hariyanto Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan Terdakwa Ahmad Arlan yang juga mahasiwa UNM beragenda pemeriksaan Terdakwa.

Dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar Kamis,(11/04/13) Terdakwa mengakui menikam korban secara membabi buta di halaman Rumah Sakit Haji Makassar.

Terdakwa beralasan menikam para korban karena tidak tega melihat enam rekannya dikeroyok oleh Mahasiswa UNM dari fakultas berbeda dan salah seorang diantaranya kakak kandungnya.

“Saya sempat mengancam para pelaku pengeroyok dengan menghunis Badik yang mulia tapi karena mereka tetap melakukan pengeroyokan maka saya tikam dengan membabibuta” Ungkap Terdakwa.

Menurut Ahmad Arlan badik yang digunakan untuk menikam korban didapat dari Halaman Kampusnya usai terjadi tawuran oktober 2012 lalu. Badik tersebut rencananya akan diserahkan ke Polisi sebagai barang bukti namun belum sempat diserahkan dirinya mendapatkan pesan singkat yang berisi ajakan untuk menjenguk korban tawuran yang dirawat di Rumah Sakit Haji.

Usai Sidang puluhan rekan korban meminta Jaksa Penuntut Umum Arhie Chandra untuk menuntut berat Terdakwa. Dalam surat dakwaan Ahmad Arlan dikenakan pasal berlapis dengan dakwaan Utama melanggar pasal 340 KUHP Tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

Sidang ditunda hingga Kamis,(25/04/13) untuk agenda pembacaan Tuntutan Hukuman.(Kamaru/BCS)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional