WFP Prioritaskan Ketahanan Pangan dan Gizi di NTT
Tgl: 04/04/2013 17:26 Reporter: Dian Tri Hapsari

KBRN, Jakarta: Badan Pangan Dunia WFP memberikan prioritas kepada Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam membangun rencana aksi daerah tentang ketahanan pangan dan Gizi.

Berdasarkan riset kemenkes tingkat stunting (balita pendek)  di Nusa Tenggara Timur yang ter- tinggi di Indonesia yaitu mencapai 58,4 persen dari angka nasional 35,6 persen. 

Berdarkan data dari badan pangan dunia WFP Indonesia dan Kemenkes, Nusa tenggara Timur adalah salah satu diantara lima provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat kemiskinan tertinggi dengan 23,36 persen penduduk hidup dibawah garis kemiskinan nasional pada tahun 2011.

Angka tersebut sangat mengherankan ditengah pemberitaan yang menunjukan ada 95 bayi meningal dunia di Papua akibat gizi buruk.

Wakil Direktur WFP Indonesia Peter Guest mengatakan, ketidaksetaraan gender yang melekat dalam kehidupan sehari-hari membuat kaum perempuan di NTT rentan terhadap kerawanan pangan dan Gizi.

Hal itu disampaikan oleh Peter Guest dikantor pusat informasi PBB di Jakarta Kamis (4/4/2013). Untuk itu Wakil Direktur WFP Indonesia Peter Guest mendukung rencana aksi daerah pangan dan Gizi (RADPG) di NTT dengan pemerintah Indonesia.

Menurut Peter di Indonesia, termasuk NTT ini, harus dilakukan pencegahan terhadap terjadinya kurang gizi, yang paling baik dilakukan mulai dari kehamilan hingga anak berusia dibawah dua tahun. 

Kami memiliki program prioritas di NTT dan Papua sejauh proyek ini sudah di dua Kabupaten dan diharapkan dua kabupaten ini bisa menjadi contoh program dan akan diterapkan di tempat," ujar Peter Guest.

Sementara itu ditempat yang sama Guru besar Gizi dari Universitas Andalas Profesor Fasli Djalal mengatakan mayoritas daerah di NTT merupakan daerah swasembada/surplus pangan dalam produksi Serealia atau kacang-kacangan.

Akan tetapi produksi pangan tidak merata, masih banyak kabupaten dan kecamatan mengalami defisit kacanga-kacangan seperti dikupang, Belu, Sumba timur, Flores Timur, Manggrai, Sikka, Alor dan beberap kecamatan di Ende.   (Dian TH/BCS)


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional