Presiden Rangkap Jabatan Dipartai, Dianggap Wajar
Tgl: 27/03/2013 17:23 Reporter: Luna Eliya

 KBRN, Nusa Dua Bali: Sebanyak 33 pengurus DPD Partai Demokrat se-Indonesia mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersedia menjadi ketua umum partai menggantikan Anas Urbaningrum.

Ketua Fraksi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Nurhayati Ali Assegaf menilai tidak aneh jika seorang presiden menjadi ketua umum partai karena selain hal biasa, , presiden sebelumnya merangkap jabatan sebagai ketua umum, terlebih SBY selama menjadi orang nomor satu di RI jarang mengurus partai.

"Saya kira permintaan DPD tidak berlebihan, melihat dulu sampai sekarang presiden lmenjabat sebagai ketua umum. Disini masa jabatan presiden hanya 1, 5 tahun. Yang selama ini tidak pernah dipartai,” kata Nurhayati Ali Assegaf, seusai menghadiri pembukaan pertemuan High Level Panel (HLP) on Post 2015 Development Agenda, di di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Rabu (27/3/2013).

Sementara itu terkait keinginan kader agar SBY menjadi ketua  umum partai, menurutnya wajar karena selama ini SBY dikenal publik sebagai icon partai berlambang Mercy dan dianggap sebagai penyatu semua elemen.

 SBY, kata Nurhayati, juga dianggap berhasil selama menjalankan roda pemerintahan. Dibawah kepemimpinan SBY, ekonomi Indonesia tumbuh dengan baik padahal negara-negara lain tengah lesu. Oleh karena itu, ia berharap SBY menerima aspirasi kader.

“Permintaan  itu tidak berlebihan dan hal biasa," tegasnya. Nurhayati pun minta doa restu masyarakat Indonesia agar Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar akhir Maret 2013 dapat berjalan dengan baik. (Sgd/Luna/BCS)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional