Ketua Komisi I DPR: Tahun 2013, RRI Harus Semakin Diperkuat
Tgl: 19/03/2013 11:47 Reporter: Sugandi

KBRN, Yogyakarta: Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Mahfudz Siddiq menilai tahun 2013 merupakan momen yang tepat untuk memperkuat Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia dan TVRI.

“Inilah momentum yang terbaik dan tersisa untuk  memastikan peralihan RRI  dan TVRI sebagai lembaga publik sudah pada satu titik, dimana tahap stablishment dan pengokohan harus diperkuat dan dikokohkan,” kata Mahfudz Siddiq, dalam acara diskusi publik tentang Penguatan Kelembagaan RRI melalui undang-undang khusus Lembaga Penyiaran Publik di Gedung Utama Kampus UGM Yogyakarta, Selasa (19/3/2013).

Ada beberapa alasan LPP RRI dan TVRI perlu diperkuat. Pertama, pasca reformasi bermunculan lembaga penyiaran swasta yang umumnya pemilik media berafiliasi dengan partai politik. Nah, dengan RRI dan TVRI diharapkan dapat mengimbangi serbuan informasi lembaga penyiaran swasta.

“Kita sangat membutuhkan RRI  untuk  mengimbangi ledakan informasi yang selama ini diproduksi oleh penyiaran swasta. Kita butuhkan  media  yang menyeimbangkan informasi yang disiarkan secara masif oleh swasta,” jelas Mahfudz Siddiq.

Bahkan politikus Partai Keadilan Sejahtera itu mencium adanya kartel pada industri televisi. Kedua, hanya RRI dan TVRI yang memiliki jaringan yang luas hingga mampu menjangkau masyarakat yang tinggal dipedalaman bahkan masyarakat diperbatasan sehingga masyarakat tidak disuguhkan informasi yang justru dipasok oleh negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Ia juga berharap langkah Presiden Barack Obama dengan memperkuat VOA, dapat menjadi contoh untuk Indonesia. “Obama ketika dilantik membatalkan menutup VOA dan merevitalisasi VOA serta memberikan alokasi dan yang besar. Sekarang  VOA tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Mahfudz Siddiq pun mengapresiasi perjuangan LPP RRI untuk merubah image yang selama ini diidentikan sebagai corong pemerintah menjadi lembaga penyiaran publik. (Sgd/AKS)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional