Mantan Gubernur PTIK Prihatin Atas Kasus Djoko Susilo
Tgl: 14/03/2013 22:23 Reporter: Syariful Alam

KBRN, Jakarta : Kasus korupsi Simulator SIM mendapat perhatian masyarakat Indonesia, termasuk Jenderal Purnawirawan Polisi. Kasus yang menyeret Irjen (Pol) Djoko Susilo, yang memiliki aset properti sebanyak 33 rumah, tanah dan bangunan, termasuk 3 SPBU tersebut, telah mencoreng citra polisi.

Farouk Muhammad, mantan Gubernur PTIK, Jakarta, mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Djoko Susilo.

"Prihatin, saya memantau ini sejak dia jadi Kapolres Jakut dan di Mabes Polri. Sekarang jadi masalah. Kata lawyer, yang disita itu harta dia sebelumnya, sebelum di Mabes Polri," jelas Farouk

Ia pun khawatir bila kasus SIM Simulator dibuka, maka akan melibatkan banyak petinggi Polri lainnya.

"Saya mengkhawatirkan gimana kita memberantas. Kalau memang itu, apa tidak membuka peluang dengan itu? Kalau dibuka, pidananya ini gimana? Kalau dibuka semua, nanti kita kena semua," kata Farouk dalam diskusi di Gedung DPR, Kamis (14/3/2013).

"Yang dibutuhkan untuk KPK bukan malaikat, namun setengah setan. Dia harus berani memberantas. Saya khawatir jika seorang jenderal melakukan korupsi."

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menegaskan, kalau melaporkan laporan kekayaan itu mulai dari SBY dulu. Pelaporan itu sebagai deklarasi atas kekayaannya.

"Jangan digeneralisasi seperti itu untuk jenderal seperti itu," pintanya.

Sementara itu, Koordinator Setara Institut, Hendardi, mengatakan, bisa jadi akan ada problem dalam kasus Simulator SIM.

"Saya kira ada problema hukum dalam penyitaan ini. Dia pakai hukum pencucian uang. Itu bila ada pidananya dibuktikan. Kalau pakai ini, bukan hanya Djoko Susilo, namun banyak yang akan tersapu. Itu menularkan citra buruk bagi yang lainnya," ujar Hendardi. (Syariful/LL/HF)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional