100 Guru di Bukittinggi Diajukan Ikut Sertifikasi ke Mendikbud
Tgl: 11/03/2013 15:42 Reporter: Yudi Prama Agustino

KBRN, Bukittinggi : Guna mengikuti program sertifikasi, Pemkot Bukit­tinggi,  mengajukan 100 orang guru ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud), yang saat ini sudah dalam proses.

Kepala Dinas Pendi­dikan Pemuda dan Olahraga (Dis­dikpora) Bukittinggi Ellia Mak­mur kepada RRI Senin (11/3/2013) mengatakan, setiap tahun Bukittinggi selalu mendapatkan kuota program sertifikasi guru.

”Saat ini, 100 orang guru sudah diajukan ke Kemendikbud. Sete­lah pengajuan 100 guru tersebut, selanjutnya akan ditentukan bera­pa kuota yang didapatkan Kota Bu­kittinggi dari Dinas Pen­didi­kan Provinsi,” katanya.

Disebutkan, sebagai persya­ratan bagi guru untuk mengikuti pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) guna mendapatkan guru bersertifikasi tahun 2013, yakni sudah mengajar minimal pada 31 Desember 2005 dan telah ber­pendidikan S1. Selain itu, guru yang pengang­katannya jauh sebelum tahun 2005, tetapi telah ber­pangkat IV/a serta telah memiliki masa kerja 20 tahun. Sebelum memenuhi per­syaratan yang ditentukan, belum dapat mengikuti program serti­fikasi.

“Dalam proses entri yang sedang disiapkan Disdikpora tersebut, guru yang memiliki persyaratan sesuai yang telah ditentukan, hanya 100 orang. Sementara jumlah guru bersertifikasi di Kota Bukittinggi sampai tahun 2013 ini mencapai 1.232 orang,” jelasnya.

Ellia Mak­mur menambahkan, terhadap guru yang telah ber­sertifikasi tersebut, agar mampu memenuhi kewajiban mengajar 24 jam dalam sepekan. Sebab, tunja­ngan profesi hanya diberikan kepa­da guru yang memenuhi kewajiban mengajar 24 jam dalam sepekan.

“Apabila ada guru yang me­lakukan penipuan de­ngan mem­buat laporan mengajar 24 jam, sementara kuantitasnya kurang, maka tunjangan yang telah disa­lurkan akan diminta untuk di­kem­­balikan. Guru bersertifikasi di­an­jurkan meraih predikat se­bagai kepala sekolah atau wakil kepala sekolah, kepala per­pus­takaan dan Labour,” tegasnya. (Yudi PA/LL/BCS)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional