Produksi Jagung Meningkat, Pemerintah Tidak Perlu Lagi Impor Jagung
Tgl: 05/03/2013 17:08 Reporter: Andree Havid

KBRN, Pamekasan: Produksi tanaman jagung hibrida di empat kabupaten di Madura diharapkan dapat terus ditingkatkan disamping produksi jagung lokal, demikian disampaikan Dirjen Tanaman Pangan pada  Kementrian Pertanian Udhoro Kasih Anggoro, usai melakukan panen raya jagung hibrida di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Selasa (5/3/2013).
Dikatakan Udhoro Kasih Anggoro, saat ini produksi jagung di Jawa Timur sebanyak 6,9 juta ton, sementara di Madura baru mencapai 900 ribu ton atau 13,68 persen, dengan luas lahan sepertiga luas lahan di Jawa Timur.
Oleh karena itu, petani Madura harus kaya menanam jagung dengan meningkatkan produksi jagung Madura menjadi 1,5 juta ton, sehingga pemerintah tidak perlu lagi melakukan impor jagung untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional.
“Kebutuhan jagung nasional itu besar faktanya masih ada impor, domestik ini bisa digarap dengan baik mestinya tidak perlu impor, kalau cara kerja kita sinerginya kita perbaiki, kita hitung di Madura ini masih bisa menghasilkan 1,5 juta ton karena ada potensi areal sekitar tiga ratus ribu hektar,” terang Dirjen Tanaman Pangan Udhoro Kasih Anggoro.
Sementara itu Plt Sekdakab Herman Kusnadi mewakili Bupati Pamekasan mengatakan, dengan kehadiran Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, diharapkan akan mampu meningkatkan motivasi para petani di Madura, baik di Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan, untuk terus berkreasi dan berjuang meningkatkan produksinya serta produktivitas pertanian khususnya tanaman jagung. (Andree Havid/LL/AKS)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional