Merasa di-anaktirikan Guru Kemenag Sidoarjo Mengadu ke Presiden
Tgl: 04/03/2013 18:34 Reporter: Suharjo

KBRN, Sidoarjo : Tidak kurang dari 500 guru yang berada dibawah naungan Kementerian Agama di wilayah Kabupaten Sidoarjo menuntut Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) segera dicairkan.

Koordinator guru Kemenag Sidoarjo, Nur Sholeh Muhammad mengatakan tuntutan itu akan disampaikan langsung kepada Presiden SBY melalui surat dengan tembusan Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Keuangan.

"Kami berkumpul di Aula Kementerian Agama  Sidoarjo ini untuk menyamakan visi, teknis pengiriman surat aduan ke Presiden, " papar Nur Sholeh, Senin (4/3/2013).

Menurutnya, tuntutan ini terpaksa kami sampaikan kepada Presiden karena Kementerian Agama di tingkat Kabupaten Sidoarjo maupun Propinsi Jawa Timur sudah angkat tangan.

"Sebagai sesama tenaga pendidik kami ini merasa di-anak tirikan. Jika guru dibawah Kemendiknas begitu cepat cair tunjangan profesinya, sementara kami di Kemenag tidak cair-cair," ujar Nur Sholeh sambil menunjukkan Nomor Register Guru (NRG) yang telah diterima sejak Desember 2011.

Dijelaskan, Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) atau mereka menyebutnya Tunjangan Sertifikasi dari pemerintah itu nilainya berkisar Rp 1 juta 500 ribu. Sedangkan untuk guru dibawah Kemendiknas TPP-nya bervariasi sesuai golongan kepangkatan.

Sementara itu ditempat terpisah M. Chilmi Zuhdi selaku  Pengawas Pendidikan Agama Islam - Sekolah Mahdiyah- Kemenag  Sidoarjo menyatakan syarat  guru untuk mendapatkan TPP harus memiliki Nomor Register Guru yang diterbitkan Kemendiknas. Jumlah jam tatap muka 24 jam/ sepekan dan bagi guru  non-negeri harus ada  SK dari yayasan, sedangkan guru negeri harus ada SK dari Kepala Sekolah.

Menyinggung tentang NRG yang telah diperoleh guru-guru dibawah naungan Kemenag dengan biaya Rp 75 ribu, dinilai Chilmi, itu sudah tidak berlaku lagi.

" Yang sah dan diakui adalah NRG (Nomer Register Guru) dari Kemendiknas," pungkasnya. (Suharjo/LL/BCS)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional