Dishubparbud Lhokseumawe Tetapkan Gua Jepang Sebagai Cagar Budaya
Tgl: 01/03/2013 15:26 Reporter: Deni Yusman

KBRN, Lhokseumawe : Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud) Kota Lhokseumawe,akan menetapkan Komplek Makam Putroe Neng, serta Enam Belas Gua peninggalan sejarah di kawasan perbukitan Laoskala Desa Blang Panyang Kecamatan Muara satu Kota Lhokseumawe, menjadi situs cagar budaya.

Menurut Kadishubparbud Kota Lhokseumawe, Ishak Rizal, upaya mencagar budayakan peninggalan sejarah tersebut, akan ditetapkan melalui Surat Keputusan ( SK ) Walikota Lhokseumawe. Karena dari Hasil pendataan kembali yang dilakukan Tim dari bagian Kebudayaan di Dishubparbud, terdapat sebanyak 21 titik lokasi peninggalan sejarah mulai dari Abad ke-12, Abad ke-13, dan peninggalan era Tahun 1940.

Peninggalan Abad ke-12 meliputi, Komplek makam Putroe Neng. Disamping itu, peninggalan Abad ke-13 adalah, Gua Baginda Tengku Ibrahim Tapa yang merupakan Perdana Menteri Kerajaan Samudera Pasai semasa dipimpin Raja Arya Bakoy, serta Gua Cot Bu kulah yang bukitnya menyerupai bungkusan Nasi. Sementara Peninggalan era tahun 40-an meliputi, 16 pintu gua bekas pertahanan serdadu Jepang atau disebut juga dengan Gua Jepang.

“Namun sampai saat ini, Kota Lhokseumawe belum ditetapkan satu pun Cagar budaya secara keputusan. Nah, maka dalam hal inilah, kita sedang menggali kembali keberadaan situs-situs sejarah itu, untuk dijadikan menjadi situs Cagar budaya di Kota Lhokseumawe sekaligus akan kita tetapkan dalam peraturan Walikota Lhokseumawe, untuk lokasi baik bangunan maupun situs cagar budaya,“ tandas Ishak Rizal kepada RRI, Jum’at (1/3/2013).

Upaya penetapan Cagar Budaya tersebut tambah Ishak pula, sesuai Undang-Undang ( UU ) Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya yang berbunyi, setiap kegiatan yang bernilai sejarah dan usianya sudah di atas 50 Tahun, maka sudah bisa ditetapkan sebagai Benda atau kawasan cagar budaya. Dalam pasal lain disebutkan pula, Bupati atau Walikota berkewenangan untuk menetapkan Cagar Budaya berbentuk situs, benda, kawasan, maupun Bangunan. (Deni/LL/HF))


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional