PBNU Membantah Terlibat Aksi Bubarkan Densus 88
Tgl: 28/02/2013 21:42 Reporter: Rachmad Zein

KBRN, Jakarta : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membantah kabar keikutsertaan pengurusnya dalam aksi permintaan pembubaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror yang dilakukan sejumlah Ormas Islam ke Mabes Polri, Kamis (28/2/2013).

H. Iqbal Sullam, Ketua PBNU yang namanya tercantum di pemberitaan sejumlah media menyampaikan bantahan tersebut secara langsung.

"Pagi tadi saya ada di UI. Saya ikut acara diskusi tentang tragedi Khojaly yang juga dihadiri oleh Ketua Umum PBNU Kiai Said (Aqil Siroj) dan Pak Marzuki (Ali, Ketua DPR RI). Saya hadir di sana dan membacakan doa," bantah Iqbal melalui siaran pers Kamis, (28/2/2013), di Jakarta. 

Terkait aksi permintaan pembubaran Densus 88 Anti Teror oleh sejumlah Ormas Islam, Iqbal mengaku mendapatkan udangan secara pribadi, yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin. Meski demikian dia tidak hadir dalam acara tersebut, karena di waktu yang bersamaan ada kegiatan lain.

"Saya tegaskan tidak hadir dalam aksi (di Mabes Polri) itu," tandas Iqbal.

Untuk dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukan Densus 88 dalam penangkapan terduga terorisme sehingga menimbulkan aksi oleh sejumlah Ormas Islam, Iqbal menyatakan dukungannya. "Justru saya berpendapat kehadiran Densus 88 masih dibutuhkan dalam pemberantasan terorisme, tapi memang harus dilakukan sejumlah evaluasi dan koreksi," ujarnya.

Seperti diberitakan sejumlah Ormas Islam melakukan aksi di Mabes Polri, menggugat pelanggaran HAM berat oleh Densus 88 dalam pemberantasan Terorisme. Selain Din Syamsudin sebagai pemimpin aksi, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Syuhada Bakri (DDII), Abdullah Djaedi (Al-Irsyad), Cholil Ridwan (BKSPPI), Sadeli Karim (Mathlaul Anwar), Tgk. Zulkarnain (Satkar Ulama), dan Faisal (Persis). (R Zein/LL/WDA)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional