Informasi Ramalan Cuaca Terbaru untuk Setiap Tempat Diseluruh Dunia
Tgl: 22/02/2013 18:05 Reporter: Evie Angreani Diauw

KBRN, HAMBURG, Jerman --Dengan METEOplus®, Lembaga Komunikasi Iklim dan Cuaca (Institute for Weather and Climate Communication - IWK) telah meluncurkan aplikasi prakiraan cuaca pertama yang dapat digunakan di setiap tempat di seluruh dunia.
Dahulu, aplikasi peramal cuaca mobile hanya dapat digunakan di beberapa tempat tertentu. Namun, dengan METEOplus®, permasalahan tersebut telah teratasi. Dengan menggunakan peta atau fungsi pencari di tingkat jalan pada aplikasi METEOplus®, kita dapat memperoleh ramalan cuaca per-jam yang presisi untuk 10 hari ke depan. Aplikasi ini akan dimulai dengan ramalan cuaca pada tempat yang diminta pada saat sekarang, secara presisi sampai ke menit. Pengguna cukup menggeser jari untuk menggerakan peta, dan dengan demikian, sang pengguna akan dapat mencapai lokasi selanjutnya dengan sangat mudah dan cepat. Fungsi pencarian dapat mencari hingga ke nama-nama jalan, di mana terdapat tombol dari wilayah pantai ke samudera. Aplikasi ini juga bahkan menampilkan suhu lautan terkini. Jika pengguna mendaki "ke atas bukit" pada peta, METEOplus® juga dapat menampilkan ketinggian dari lokasi terkait. Frank Böttcher, Direktur IWK: "Jika Anda hendak mendaki gunung, alat ini akan memberi Anda informasi mengenai cuaca pada saat kondisi awal sebelum pendakian."
Penggunaan data juga diperuntukkan bagi layanan informasi dan media
IWK memberi penyedia jasa informasi dan media lain antarmuka dengan data Cormoran. Dengan demikian, semua penyedia layanan yang memiliki aplikasi geoinformasi sekarang dapat menggunakan data cuaca berpresisi tinggi di seluruh dunia untuk platform mereka. IWK adalah asosiasi pakar cuaca independen dengan misi memberikan informasi cuaca kepada masyarakat.
Semua informasi:
     http://scnem.com/art_resource.php?sid=45ns8.1cbq338

     Kontak:
     Institut für Wetter- und Klimakommunikation GmbH
     Telefon: +49(0)40/809081244
     Mail: presse@klimagipfel.de

     Sumber: Institute for Weather and Climate Communication (Ant/EvDi)


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional