Pemberian Kredit Kepada Saras Perkasa Menyalahi
Tgl: 20/02/2013 09:42 Reporter: tongkulem siregar

KBRN, Pekanbaru : Pemberian kredit macet kepada PT Saras Perkasa dengan cara take over oleh PT Bank Riau-Kepri sebesar Rp 35,2 miliar dinilai menyalahi aturan.


Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Investigasi BPK Kalimantan Timur, Irham. selaku saksi ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru, Selasa (19/2)sore.


Irham mengatakan ada empat hal yang dilanggar, yaitu pengajuan, analisis, persetujuan dan pencairan dana. Sebab saat pengajuan kredit oleh Arya Wijaya selaku pemilik PT Saras Perkasa, formulir diisi Sahrul, pegawai Bank Riau-Kepri, kemudian Miswanto selaku Kasi Pemasaran tidak melakukan analisa dengan baik dan benar.


"Padahal persyaratan yang diajukan tidak sesuai dan tidak lengkap. Kemudian kepala cabang yang saat itu dijabat Yumadris juga memberikan persetujuan dengan mengirimkan pengajuan kredit terebut ke kantor pusat. Itu jelas menyalahi," katanya.


Sidang yang diikuti dua terdakwa mantan pimpinan cabang Bank Riau Kepri Cabang Batam, Yumadris dan mantan Direktur Pemasaran Bank Riau Kepri, Buchori A Rahim dipimpin ketua majelis hakim Krosbin Lumban Gaol SH.
Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda penyampaian tuntutan terhadap dua orang terdakwa. (Tongku/BCS)


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional