LPP RRI: Jangan Takut Dengan Pers
Tgl: 11/02/2013 09:15 Reporter: Sugandi

KBRN, Jakarya: Reformasi menjadi berkah bagi pers di Indonesia, pasalnya selama pemerintahan orde baru, pers dikekang oleh rezim Soeharto. Namun pasca reformasi, seakan pers mendapatkan angin untuk berperan lebih jauh lagi sebagai pilar demokrasi.

Tidak dipungkiri, dilapangan kerap ditemukan insiden yang dianggap mengekang kebebasan pers seperti kekerasan terhadap awak media.  Anggota dewan redaksi nasional Lembaga Penyiaran Publik (LPP)  Radio Republik Indonesia  Widhi Kurniawan mengatakan perkembangan pers di tanah air semakin baik.

Indikasi tersebut tidak hanya dapat dilihat mulai menjamurnya media massa namun  juga secara kualitas media pun sudah memainkan peran dan fungsinya. Negara, kata Widhi membutuhkan pers.

“Media massa prosesnya sudah maju, tidak perlu ditakuti  tetapi insan media harus sadar, kita punya nurani bahwa bangsa ini perlu media,” kata Widhi Kurniawan, dalam dialog bersama Pro 3 RRI, Senin (11/2/2013).

Saat disinggung terkait  sebagian media di tanah air dimiliki oleh segelintir orang yang berafiliasi dengan partai politik, menurutnya sulit untuk mengukur apakah media massa yang bersangkutan menjadi corong si empu media, atau sebaliknya karena baik Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atau Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), tidak mengatur secara terperinci.

“Tidak ada ukuran media massa sebagi corong owner. KPI dan dewan pers tidak mengatur. Itu hanya berdasarkan persaan.  Ukurannya tidak ada. Akhirnya perasaan menjadi ukuran”.

Ada dua ukuran yang dipakai untuk mengukur kualitas media  yaitu output.  “Output atau siarannya. Kedua adalah outcome. Seharusnya media mengukur apakah outcomenya berimplikasi untuk objeknya,” tegasnya. (Sgd/AKS)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional