Cuaca Buruk Perusahaan di Minta Pantau BMKG dan Perhatikan SOP K3
Tgl: 15/01/2013 09:35 Reporter: Benny Hermawan

KBRN, Surabaya : Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Timur meminta Perusahaan di Jawa Timur memperhatikan Standard Operasional procedure (SOP) keselamatan kerja bagi pekerja menyusul hujan dan angin kencang yang melanda beberapa daerah di Jawa Timur.

Hary Soegiri Kepala Dinas Tenaga kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Kadisnakertransduk) Jawa Timur mengungkapkan himbaun tersebut diperuntukkan bagi perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja yang beresiko tinggi, seperti petugas pembersih kaca gedung, dan pekerja proyek yang berhubungan dengan ketinggian.

"Sebetulnya K3 itu sudah lengkap, yang mengatur SOP pekerjaan baik itu kondisi normal, bahaya, dan sangat bahaya, termasuk memperhatikan standarisasi bekerja di tengah cuaca buruk," ungkap Hary Soegiri, Selasa (15/1/2013).

Menurut Hary himbauan yang diserukan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang cuaca sebenarnya dapat dijadikan landasan bagi perusahaan untuk memantau situasi kondisi cuaca.

Apabila cuaca yang diinformasikan oleh BMKG dapat dibilang ekstrim dan berbahaya, Hary meminta Perusahaan mematuhinya karena hal tersebut berhubungan dengan K3 Keselamatan Kesehatan Kerja yang diterapkan suatu Perusahaan.

"Terkait cuaca buruk,Disnaker akan mengirim surat kepada Perusahaan untuk mengacu pada SOP K3,tanpa perkecualian,sehingga angka kecelakaan kerja dapat di tekan," tambahnya. 

Hingga saat ini kata Hary, kecelakaan kerja yang dialami pekerja di Jawa Timur berkisar 4,6 persen, dilihat dari jumlah perusahaan keseluruhan yang berjumlah 31ribu lebih, dengan dominasi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, rata-rata bukan dari Perusahaan bersekala besar.

Namun pekerjaan menengah kebawah, seperti Home Industri, atau perusahaan yang hanya memiliki pekerja di bawah 100.

"Selama tahun ke IV yakni dimulai 12 January 2013-12 January 2014,Pemprov Jawa Timur menargetkan 275 perusahaan bisa menyabet penghargaan Zero Accident, Target itu bisa dipenuhi kalau semua perusahaan mampu menerapkan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaannya masing-masing di Jatim," jelasnya.

Pemprov Jatim akan terus berupaya dalam tiap tahunnya ada peningkatan perusahaan yang mendapatkan penghargaan Zero Accident sesuai dengan kondisi perusahaannya, termasuk menargetkan pada tahun 2014-2015 seluruh perusahaan di Jatim sudah berbudaya K3 (Keselamatan Kesehatan Kerja).  (Benny/WDA)


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional