Megawati: PDIP Harus Menjadi Alat Perjuangan Rakyat
Tgl: 10/01/2013 11:50 Reporter: Eman Rero

KBRN, Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarno Putri berpesan kepada kader untuk menjadikan PDIP sebagai alat perjuangan rakyat dalam rangka menghadirkan masyarakat yang adil dan makmur.

“PDIP harus  hidup sebagai alat perjuangan rakyat dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Sebuah ideologis yang maha besar yang  hal ini belum diwujudkan,”  kata Megawati Soekarno Putri, dalam pidato politiknya pada Hari Ulang Tahun 40-PDIP di  Waduk Djuanda Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (10/1/2013). Menurut Megawati, semua partai politik dapat menjalankannya fungsinya untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera.

Adapun pemilihan Jatiluhur  sebagai lokasi HUT PDIP, menurutnya bendungan terbesar di Indonesia memiliki sejarah panjang. Selama berpuluh-puluh tahun, kata dia, waduk telah menghidupi masyarakat. Aliran air dari waduk digunakan untuk pengairan pertanian, air bersih, dan pembangkit listrik.

“Inilah pesan yang ingin PDIP sampaikan. Pesan ini krusial bagi Indonesia yang saat ini dihadapkan kepada peliknya listrik, air baku yang sulit, dan banjir bandang yang terjadi”. Secara filosofi, bendungan Jatiluhur juga memiliki kesamaan dengan HUT RI yaitu 17-8-1945.

“Pompa hydrolik berjumlah 17 buah. Pilar  pemegang pintu untuk  meneruskan ke daerah berjumlah 8 buah. Angka 45 sesuai dengan derajat kemiringan bendungan. Artinya apa?. Jadi 17-8-1945 dan ini hari proklamasi kemerdekaan,” jelas Megawati .

Rangkaian acara dalam HUT PDI-P itu di antaranya dilakukan penandatanganan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Bentuk kerja sama di antaranya menggelar KB gratis dan penyuluhan bahaya narkoba.

Megawati Soekarno Putri dan para pengurus partai juga akan melakukan penanaman bibit pohon dan pelepasan benih ikan di waduk. Hadir dalam HUT PDIP, selain pengurus elit PDIP, juga hadir pasangan Cagub-Wacagub Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidiqqie, Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Nanan Soekarna, Ketua Komisi Yudisial Eman Suparman.

Mantan Presiden RI itu juga mengimbau masyarakat Indonesia tetap berjuang dalam menghadapi berbagai masalah. “Bapak bangsa telah meletakan fundamen yang kokoh. Jangan gentar, masih terbuka untuk memperbaiki,” tegasnya. (Sgd/Emro/AKS)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional