Kenaikan TDL Resahkan Pengusaha Mebel Solo
Tgl: 08/01/2013 19:05 Reporter: Fatima Setiawan

KBRN, Surakarta : Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dari Pemerintah tahun ini secara bertahap sebesar 15 persen membuat resah pengusaha mebel di Surakarta. Kenaikan TDL sangat memukul industri mebel di Karesidenan Surakarta, hal ini disebabkan pembuatan mebel membutuhkan tenaga listrik.

Hal itu disampaikan Ketua ASMINDO Solo, David R Wijaya kepada RRI, Selasa (8/1/2013) terkait kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).

Ditambahkan David, dengan naiknya TDL, mengakibatkan biaya produksi pengusaha mebel meningkat 20 hingga 30 persen. Namun di sisi lain, para pengusaha mebel tidak berani menaikkan harga mebel di pasaran.

“Untuk industrikan juga membutuhkan listrik. Ada alternatif menggunakan gangset tapi solar industri mahal juga, beda dengan solar yang dijual di toko. Itu yang menjadi faktor yang menjadi tingginya biaya produksi. Padahal sangat susah sekali adanya kenaikan harga”, terangnya.

Untuk menyiasati adanya kenaikan TDL, sejumlah pengusaha mebel berupaya melakukan efisiensi pemanfaatan bahan dengan mengkombinasikan desain yang menarik bagi konsumen dan memanfaatkan sisa-sisa kayu untuk dimanfaatkan kembali membuat mebel. (Nata/Fatimah/WDA)


Audio


Komentar Anda:


copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional