Meningkat, Kasus KDRT dan Kekerasan Anak di Kabupaten Dompu
Tgl: 03/12/2012 15:31 Reporter: Mujtahidin

KBRN, Mataram : Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Kekerasan terhadap anak yang ditangani Polres Dompu, meningkat. Terjadinya peningkatan kasus ini, lantaran sudah terbangun kesadaran hukum masyarakat. Polres Dompu akan terus melakukan sosialisasi itu, untuk menekan lonjakan kasus tersebut.

Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Kekerasan terhadap anak, yang ditangani Polres Dompu, meningkat. Hingga bulan November 2012 ini tercatat sebanyak 72 kasus KDRT dan sebanyak 51 kasus kekerasan terhadap anak. Jumlah itu naik dari tahun 2011 yang mencapai 59 untuk kasus KDRT dan mencapai 47 kekerasan terhadap anak.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Dompu, AKBP Beni Basir Warmansyah, Kepada RRI, Senin (3/11/2012) mengatakan, kenaikan kasus KDRT dan anak ini, menunjukkan kesadaran hukum bagi warga di Kabupaten Dompu. Sosialisasi yang dilakukan baik melalui acara-acara warga dan melalui dialog interaktif di radio, diakui telah mengenai sasaran.

“Oh itu mereka sadar bahwa ini ada yang mengatur. Bahwa kekerasan terhadap istri kekerasan terhadap anak itu ada undang-undang yang mengatur, makannya mereka mendatangi kami untuk membuat laporan,” katanya.

Meski dari kasus tersebut, yang bisa dilanjutkan ke persidangan hanya 45 persen, namun dari kasus yang pernah ditangani itu tidak kembali lagi. Tidak di lanjutkan kasus ini, kata Basir lantaran dalam undang-undang KDRT memungkinkan untuk dilakukan pencabutan perkara. Ia menerapkan sistem pendekatan, sebelum korban melakukan lanjutan proses hukum.

Namun meski ujung-ujungnya kasus ini selesai dengan mediasi, setidaknya telah membuat pelaku jera. Khusus kasus kekerasan terhadap anak, ia melihat kasusnya. Jika berakibat kepada cacat fisik, pihaknya tidak akan melakukan mediasi, dan akan tetap memproses kasusnya.

Ia menargetkan, pada tahun 2014 mendatang dua kasus yang menjadi perhatian itu aka bisa dikurangi. Namun target pengurangan kasus tersebut, dilandasi oleh kesadaran hukum oleh pelaku.

Selama ini, kesadaran hukum masih oleh korban sehingga berani membuat laporan terkait kasus yang menimpanya. Ia merinci, beberapa kasus KDRT yang muncul akibat faktor ekonomi dan beberapa penyakit masyarakat, mulai dari persoalan judi togel dan miras. Atas dasar tersebut, pada tahun 2013 mendatang, pihaknya menargetkan Kabupaten Dompu akan bebas dari perjudian dan minuman keras. (Mujtahidin/LL/HF)


Audio


Komentar Anda:

copyright© 2012 Radio Republik Indonesia - Kantor Berita Radio Nasional